10 Artis Berdarah Kelahiran Sumenep, Berikut Daftarnya

10 Artis Berdarah Kelahiran Sumenep, Berikut Daftarnya
KOLASE FOTO: 10 deretan artis berdarah kelahiran Sumenep Madura (Foto/diambil dari berbagai sumber)
10 Artis Berdarah Kelahiran Sumenep, Berikut Daftarnya

Sinergi Madura - Siapa sangka, Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur ternyata memiliki banyak artis bertalenta. Keberadaan mereka turut meramaikan belantara musik dan hiburan di negeri zamrud khatulistiwa: Indonesia.

Berikut ini rangkuman sejumlah nama penyanyi dangdut dan artis legendaris berdarah kelahiran Sumenep yang sukses di dunia hiburan Tanah Air (versi) Sinergi Madura.

1. Irwan Krisdiyanto

Irwan Sumenep saat tampil di Hongkong (Sumber foto/www.kapanlagi.com)

Penggemar musik dangdut Indonesia tentu tidak asing dengan sosok Irwan Krisdiyanto. Nama pria tampan kelahiran Bluto, Sumenep, 17 November 1993 ini melambung tinggi berkat ajang dangdut populer yang tayang di layar televisi INDOSIAR.

Irwan pertama kali tampil menyedot perhatian penikmat musik dangdut pada tahun 2015 silam, tepatnya pada kontes Dangdut Academy Indonesia 2, atau biasa disingkat D'Academy 2. Kontes Dangdut D'Academy merupakan acara musik realitas sekaligus ajang pencarian bakat penyanyi dangdut terbesar pertama di Tanah Air yang ditayangkan INDOSIAR.

Vokalis yang sebelumnya aktif bersama teman-temannya di Vertical Band Sumenep ini berhasil membawa nama tempat kelahirannya tenar tidak hanya di Tanah Air.

Irwan Sumenep, begitu tenar panggilannya, bahkan seringkali tampil di tingkat Asia, seperti di Singapura, Hongkong, dan negara Asia lainnya. Irwan dinobatkan sebagai juara tiga D'Academy 2 pada tahun 2015.

2. Firdaus Sanjaya

Sumber: www.liputan6.com

Konser D'Academy (DA) Indosiar benar menyedot perhatian masyarakat Kota Keris ketika itu. Setelah Irwan Sumenep, lahir pendatang DA baru bernama Firdaus Sanjaya.

Anak muda kelahiran tahun 1995 asal Kalianget Sumenep ini juga berhasil menjebol panggung D'Academy 4 Indosiar tahun 2017. Penampilannya pun saat itu tak kalah memukau dan menyita perhatian masyarakat Tanah Air, khususnya masyarakat kabupaten di ujung timur Pulau Madura.

Jalan Firdaus Sumenep di D'Academy 4 terhenti di urutan 28 besar pedangdut se Tanah Air. Namun bagaimanapun, nama Firdaus telah tercatat sebagai anak Sumenep yang sempat mengharumkan kota kelahirannya, Kota Sumekar.

3. Ardea Annafianti Cahyani

Sumber foto: www.starmedianusantara.com

Gadis anggun ini lahir di Sumenep, 20 Maret 2001. Dea, begitu teman-temannya memanggil, sejak kecil telah sering tampil di panggung hiburan tarik suara tingkat regional. Seperti, lomba menyanyi pada moment Hari Anak Nasional (HAN), jadi Bintang Radio, dan lain sebagainya.

Ardea, nama panggungnya, mulai menekuni dunia tarik suara semenjak kelas 3 sekolah dasar (SD) di tanah kelahirannya, Desa Kalianget Timur, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Terakhir, putri dari pasangan Supriyadi & Situ Yulaichah ini berhasil menjadi salah satu finalis dalam ajang tingkat nasional. Yaitu, Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 2018 yang tayang di MNCTV.

Debut album perdananya berjudul 'Bintang Kelalen'. Lagu berbahasa campuran Jawa-Melayu tersebut dicipta oleh Anton Obama, telah tayang di channel youtube Hits Record pada awal Februari 2019 silam.

4. Randy Martin Pitono

Sumber foto: www.nakita.id

Selain tiga nama pedangdut muda: Irwan, Firdaus dan Ardea, ada satu lagi nama bintang remaja asal Sumenep yang kerap menghiasi layar televisi nasional. Dialah Randy Martin Pitono. Namanya mulai mengemuka sejak tahun 2006.

Remaja kelahiran 18 November 1998 ini tergolong anak muda yang multitalenta. Randy, sapaan akrabnya, terkenal jago dalam akting, presenter, wushu, dan juga pinter menyanyikan lagu. Tak ayal, ia pun acapkali tampil membintangi berbagai iklan bisnis produk tanah air Indonesia.

Seleb remaja ini melanglang buana di jagad hiburan Ibukota dengan segudang prestasi. Sejak berperan sebagai tokoh Agas dalam sinetron Monyet Cantik 2 dan serial Ganteng-Ganteng Srigala (GGS) di SCTV, namanya digadang-gadang sebagai idola baru para remaja yang bakal masuk nominasi SCTV Music Awards 2016.

Randy Martin Pitono adalah putra dari pasangan Ike Setiawan dan Stepanus Pitono. Mereka berdua asli berdarah Sumenep, Madura, Jawa Timur.

5. Jhonny Iskandar

Sumber foto: www.medcom.id

Dari artis kawakan remaja, kini pindah pada artis senior kenamaan Indonesia.

Adalah Jhony Iskandar, seorang penyanyi beraliran musik dangdut ini asli kelahiran Sumenep Madura Jawa Timur, yaitu pada tanggal 20 Oktober 1960. 

Jhonny, sapaan akrabnya, pertama kali populer pada tahun 1980-an sampai 1990-an, baik sebagai penyanyi tunggal (solo) maupun sebagai vokalis utama grup musik dangdut jenaka, OM PMR. Sebagai penyanyi solo, hits terpopuler yang dicetaknya berjudul 'Bukan Pengemis Cinta'.

6. Imam S Arifin

Sumber foto: www.dream.com

Imam S Arifin mempunyai nama asli Imam Sunaryo Arifin. Lahir di Sumenep pada tahun 1960. Namanya mulai tenar sejak menciptakan single 'Menari di Atas Luka'.

Sejumlah album solo telah dia produksi. Diantaranya, Doa SuciImam, Berdayung Cinta, The Best Imam S Arifin Vol.1, The Best Imam S Arifin Vol.2, dan Kecewa - Tak Direstui.

Imam menikah dengan sesama penyanyi dangdut, Nana Mardiana, yang kemudian menjadi pasangannya dalam beryanyi. Namun, keduanya resmi bercerai pada 27 Agustus 2007 di Pengadilan Agama Jakarta Utara.


7. Yus Yunus

Sumber foto: www.liputan6.com

Siapa yang tak kenal dengan Yus Yunus? Kehadirannya telah mewarnai belantika musik dangdut tanah air.

Yus Yunus lahir di Sumenep pada 19 September 1962. Lagu populer ciptaannya berjudul 'Sapu Tangan Merah' terbit pada tahun 1992.

Sukses dengan lagu berjudul 'Sapu Tangan Merah', Yus Yunus kembali merilis lagu 'Gadis Malaysia' yang juga sukses pada masanya. Tak puas sampai di situ, Yus Yunus terus menelurkan lagu-lagu terbarunya.

Selain mengeluarkan album solo, penyanyi asal Sumenep ini juga mengeluarkan sejumlah album duet. Salah satu lagu duetnya yang paling populer adalah lagu berjudul 'Supir Taksi dan Gadis Desa'. Lagu ini dinyanyikan bersama penyanyi dangdut yang sekaligus sering menjadi juri di D'Academy Indosiar: Iis Dahlia.

8. Encunk Hariyadi

Sumber foto: akun facebook Encunk Hariyadi

Dari sejumlah nama pedangdut senior di atas, satu lagi artis perwakilan dari kaum adam, Encunk Hariyadi. Dia adalah seorang vokalis asal Sumenep yang aktif di bidang hiburan musik dan tarik suara bersama teman-temannya di Saltis Rock Band.

Teman-teman Encunk di grup musik Saltis antara lain Jass (Gitaris), Awex Labeng (Keyboardis), dan Bakar sebagai Drumer-nya. Berkat kegigihan mereka dalam memproduksi musik, Saltis Rock Band pun tenar menembus industri musik nasional pada masanya.

9. Marissa Haque

Sumber foto: www.kanal247.com

Nama Marissa Haque melambung sebagai salah satu aktris papan atas yang berprestasi di era 80-an. Istri dari Ikang Fawzi ini telah memerankan puluhan film layar lebar di dekade tersebut. Berhenti dari layar lebar, ia terjun ke dunia politik.

Marissa Haque lahir di Balikpapan, 15 Oktober 1962 dari pasangan Allen Haque dan Nike Suharyah. Ayah Marissa merupakan keturunan Belanda-Prancis, sedangkan sang ibu asli dari Sumenep, Madura, Jawa Timur. Marissa adalah kakak dari Soraya Haque dan Shahnaz Haque yang juga menggeluti dunia entertainment.

10. Ferrasta Soebardi

Sumber foto: www.liputan6.com

Ferrasta Soebardi atau lebih dikenal dengan nama Pepeng adalah seorang artis dan pelawak Indonesia. Terkenal sejak berperan di film "Rojali dan Juleha" (1979) dan bergabung dalam grup lawak Sersan Prambors (1986).

Pepeng, sapaan akrabnya, sudah lama berkibar di dunia panggung hiburan, khususnya di dunia lawak. Kariernya bermula di masa kuliah. Dia menang Lomba Lawak Mahasiswa pada tahun 1978 sebagai juara pertama.

Pasangan dari Utami Maraim Siti Aissyah ini lahir pada 23 September 1954 di Sumenep, dan menutup usia pada 6 Mei 2015 silam di Kecamatan Cinere, Depok, Jawa Barat.


Penulis: Hayat
Editor: Mazdon