17 Perempuan di Bangkalan Alami Kekerasan, Ini Motifnya

17 Perempuan di Bangkalan Alami Kekerasan, Ini Motifnya
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak BKKBN Bangkalan, Ismanto (Sri Astutik - Sinergi Bangkalan)

BANGKALAN, SINERGI MADURA - Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A) Bangkalan, Jawa Timur menyebut sebanyak 17 perempuan mengalami kekerasan sejak Januari hingga Oktober 2020 ini.

"Hasil yang terbaru ini ada pelecehan seksual di Kamal, pelakunya 1 korbannya 4. Jadi sekarang totalnya 17," terang Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak KBP3A Bangkalan, Ismanto, saat ditemui Sinergi Madura, Kamis (15/10/2020).

Baca Juga: Pengelolaan Taman Edukasi TPA Belum Maksimal, DLH Sumenep Akan Kuras Uang Negara 15 Miliar

Ismanto menerangkan, data kekerasan juga terjadi pada anak di bawah umur. Motifnya beragam, mulai dari kepuasan nafsu hingga penyanderaan.

"Ada pemerkosaan anak sebanyak empat kasus, ada persetubuhan (suka sama suka) empat, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) satu, pelecehan perempuan satu orang, pelecehan terhadap anak ini lima, ada penyanderaan atau penculikan satu, ada pemerkosaan terhadap perempuan satu. Jadi totalnya ada 17," sebutnya.

Sekadar informasi, setiap tanggal 15 Oktober diperingati sebagai hari Komnas Perempuan. Hal itu berdasarkan Keputusan Presiden No. 181/1998 yang diperbarui Perpres no 65 dan 66 tahun 2005. (sa/an/fd).


(*)