Pasang

175 Narapidana Narkoba di Sumenep Terima Remisi di Hari Kemerdekaan

  • Bagikan
175 Narapidana Narkoba di Sumenep Terima Remisi di Hari Kemerdekaan
LENGANG: Seorang pengendara roda dua saat memasuki area Rutan Klas II-B Sumenep di jalan KH. Mansyur nomor 355 Pabian (Dokumen Sinergi Madura)

SUMENEP, SINERGI MADURA – Sebanyak 175 orang warga binaan di rumah tahanan Klas II-B Sumenep, Jawa Timur, menerima remisi dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-76 Republik Indonesia.

Dari jumlah tersebut, rerata didominasi oleh warga binaan yang tersandung kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

Pasang

“Warga binaan yang dapat remisi kemerdekaan tahun ini rata-rata masalah kasus narkoba,” ucap Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Klas II-B Sumenep, Abd. Rakib, Selasa (18/8/2021).

Rakib mengatakan, pemberian remisi kepada para narapidana ini dilakukan sebagai rasa syukur atas nikmat kemerdekaan Republik Indonesia yang kini sudah berusia 76 tahun.

“Kemerdekaan menjadi milik segala lapisan masyarakat, termasuk warga binaan pemasyarakatan,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut Rakib, remisi diberikan kepada warga binaan yang telah menunjukkan prestasi, dedikasi, dan disiplin tinggi dalam mengikuti program pembinaan serta memenuhi syarat.

“Harus berkelakuan baik dan statusnya adalah seorang narapidana bukan tahanan serta minimal menjalani enam bulan penjara per tanggal 17 Agustus kemarin,” bebernya.

“Dan kalau selama di rutan raportnya merah pasti tidak dapat remisi,” ujar Rakib.

Pemberian remisi terhadap warga binaan di kantor yang beralamat di jalan KH. Mansyur nomor 355 Pabian ini bervariasi mulai dari satu bulan hingga enam bulan. “Yang mendapat remisi enam bulan hanya satu orang,” imbuhnya.

“Dari seluruh narapidana yang mendapat remisi tahun ini enam orang diantaranya seorang perempuan,” jelasnya.

Di samping itu, kata Rakib, pemberian remisi bukan serta merta diberikan agar narapidana cepat bebas dari penjara. Tetapi sebagai instrumen agar warga binaan dapat menunjukkan sikap dan perilaku yang lebih baik di masa yang akan datang.

“Ketika sudah kembali dan berada di tengah lingkungan masyarakat agar lebih baik lagi dan tidak mengulangi perbuatannya lagi,” tandasnya.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *