Pasang

Subaidi Masajid Tolak Somasi, LPBH NU Sampang Madura Tempuh Jalur Hukum

  • Bagikan
TEGAS: Terduga Pencemaran nama baik Subaidi Masajid (dua dari kiri) saat memberikan pernyataan (Zainullah - Sinergi Sampang)
TEGAS: Terduga Pencemaran nama baik Subaidi Masajid (dua dari kiri) saat memberikan pernyataan (Zainullah - Sinergi Sampang)

SAMPANG, SINERGI MADURA – Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBH NU) Kabupaten Sampang, Madura, bakal menempuh jalur hukum terkait dugaan kasus pencemaran nama baik dan pelecehan marwah NU.

Diberitakan sebelumnya, pelaku bernama Subaidi Masajid, warga Desa Batoporo Barat, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, dalam pesan voice menyebut sudah 10 tahun lebih NU mutanajis. Bahkan dia menganggap, saat ini najisnya sudah masuk kategori mughalladloh.

Pasang

Pihak LPBH NU pun mengeluarkan surat somasi atau Ishlah upaya damai. Namun, Subaidi menolak untuk menarik perkataannya dan hanya meminta maaf atas ketersinggungan yang terjadi akibat ucapannya.

“Manabi abdina, se masalah mohon maaf ka’dhinto e dhalem masalah ketersinggungannya, ampon ka’dhinto. Manabi laenna ka’dhinto, ja’ abdina merasa punya prinsip ban laen-laen epon,” ucapnya menggunakan bahasa Madura.

Jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia, “Saya minta maaf apabila ada yang tersinggung, sudah itu saja. Lain daripada itu, saya punya prinsip sendiri”.

Baca Juga: Heboh, Sumur Bor di Sampang Madura Mengeluarkan Semburan Air Gas dan Api

Pernyataan tersebut Subaidi sampaikan dalam pertemuannya dengan Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sampang, KH. Syafiuddin Abdul Wahid, ditemani Ketua Tanfidziyah PCNU Sampang, KH. Moh Itqan Bushiri dan sejumlah tokoh NU lainnya, di Ponpes Darul Ulum Gersempal, Omben, Sampang, Senin (11/10/2021) malam.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris PCNU Sampang, Mahrus Zamroni, mengatakan, bahwa tradisi Nahdlatul Ulama dalam menyelesaikan semua masalah adalah dengan cara musyawarah dan mufakat agar berakhir dengan baik untuk ummat.

Namun menurutnya, dalam permasalahan Subaidi Masajid yang diduga telah menyebut organisasi NU dari PBNU hingga Ranting ‘Mutanajis Mughalladloh’, pihaknya tidak dapat berbuat banyak untuk memberikan solusi lain yang bersifat kekeluargaan.

“Dengan sangat terpaksa, kita cari titik kebenarannya dari sisi hukum yang mana penegak hukum nanti yang menentukan. Kita uji di situ agar tidak berkembang liar tingkat kebenaran secara konten, apakah yang disampaikan telah mencemarkan nama Nahdlatul Ulama,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBH NU) Sampang, Alfian Farisi mengatakan, musyawarah ini merupakan potensi ishlah (ajakan damai), hanya saja kesempatan ini dianggap tidak diindahkan oleh terduga pencemaran nama baik.

Oleh sebab itu, pihaknya akan menindaklanjuti Somasi yang telah pihaknya layangkan pada Sabtu (9/10/2021) lalu, yakni melakukan pelaporan ke Kepolisian Resort (Polres) Sampang agar dapat diproses secara hukum.

“Rencananya hari Selasa (12/10) kami akan melakukan pelaporan ke Mapolres Sampang dengan pasal 28 atas pencemaran nama baik, baik secara personal maupun kelompok atau lembaga. Kami akan membantu penyidik dalam kasus ini,” pungkasnya.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *