Pasang

3 Permainan Tradisional Madura Ini Tak Lagi Diminati

  • Bagikan
Anak-anak sedang asyik bermain bersama temannya (Foto: Brilio.net)
Anak-anak sedang asyik bermain bersama temannya (Foto: Brilio.net)

LIFESTYLE, SINERGI MADURA – Seperti daerah-daerah lain di Indonesia, Pulau Madura memiliki banyak permainan tradisional yang juga tak kalah menarik dan seru. Namun, seiring perkembangan zaman sebagian mainan tradisional sudah mulai jarang dimainkan.

Entah apa alasannya sehingga mainan itu sudah tidak diminati lagi oleh anak-anak masa sekarang. Mungkinkah karena faktor urbanisasi. Namun, yang sangat jelas saat ini permainan tradisional sudah kalah pamor dengan permainan digital seperti video game atau game online.

Pasang

Sebenarnya permainan tradisional lebih baik karena ada nilai olahraga, edukasi, kompetisi dan juga kerja sama. Bila diingat-ingat dulu seru sampek keringetan.

Dilansir dari berbagai, berikut 3 permainan tradisional Madura yang hampir punah:

1. Robuk

Permainan ini membutuhkan banyak pemain. Semakin banyak pemain maka permainan akan semakin seru. Permainan ini menggunakan alat peraga seperti bola yang terbuat dari buntalan kresek yang digulung hingga akhirnya berbentuk bulat.

Baca Juga: 12 Manfaat Air Kelapa Muda untuk Kesehatan Orang Madura

Mainan ini membutuhkan dua garis yaitu garis start dan finis. Jarak antara garis start dan finis berkisar antara 5-10 meter.

Pemain yang ingin lolos kembali ke garis finis harus lari cepat agar tubuhnya terhindar dari lemparan bola. Namun bila tubuh tersentuh bola maka pemain dianggap gagal.

2. Rotek

Permainan ini dilakukan oleh dua pemain secara bergantian. Pada permainan ini membutuhkan garis berbentuk lingkaran sebagai arena permainan. Mainan ini membutuhkan batu berukuran kecil dengan jumlah bervariasi, bisa 10 dan 15.

Setiap pemain memegang batu kecil tersebut saat sedang bermain. Cara bermainnya pun cukup mudah, pemain pertama akan melempar guco ke udara sambil mengambil batu kecil satu persatu dengan syarat tidak boleh menggerakkan batu kecil lainnya.

Namun jika itu terjadi, maka dianggap mati dan menjadi kesempatan pemain kedua, begitu seterusnya sampai batu kerikil yang ada di lingkaran habis.

3. Teng-bentengan

Permainan dimainkan oleh dua kelompok. Masing-masing kelompok memiliki anggota tiga orang atau bisa lebih.

Setiap kelompok memiliki benteng berupa batu atau genteng yang melekat di permukaan tanah. Jarak antara bentuk cukup jauh berkisar 10 meter atau bahkan lebih.

Setiap pemain adu cepat untuk mencari kesempatan menginjak benteng lawan. Yang lebih dulu menginjak benteng sendiri ia bisa mengejar anggota yang lain. Jika berhasil disentuh, maka yang disentuh akan dikarantina.

Bila ada dari salah satu anggotanya yang dikarantina maka anggota yang lain berusaha mencoba mengeluarkan anggota yang sedang dikarantina dengan cara menyentuh tubuhnya. Bila berhasil menyentuh tubuh anggota yang dikarantina maka ia bisa bebas dari karantina.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *