Pasang

PWRI Beri Bantuan Hukum Petani yang Dituduh Curi Sawit di Morowali Utara

  • Bagikan
PWRI Beri Bantuan Hukum Petani yang Dituduh Curi Sawit di Morowali Utara
foto: Istimewa

NASIONAL, SINERGI MADURA – Tim Advokat Persatuan Wartawan Republik Indonesia (Posbakum PWRI) memberikan bantuan hukum kepada Gusman, petani di Desa Koroasu, Kecamatan Mori Atas, Kabupaten Morowali Utara.

Posbakum PWRI yang dipimpin Advokat Rohmat Selamat, mengunjungi rumah keluarga Gusman, Jumat (3/9/2021).

Pasang

Selain Rohmat Selamat, tim advokat Posbakum PWRI yang turut mendampingi adalah Advokat Rubby Falahadi dan Ahmad Muhibbulah.

Gusman ialah seorang petani yang ditahan karena dituduh mencuri buah sawit di lahan miliknya sendiri.

Saat dikonfirmasi awak media, Gusman mengungkapkan, dirinya tidak melakukan pencurian seperti yang dituduhkan. Sebab kata dia, pohon sawit yang diambil tersebut berada di atas lahan miliknya.

”Bahwa apa saja, yang ada di atas lahan saya itu milik saya, dan perlu saya tegaskan di sini saya tidak mencuri, karena buah sawit yang saya ambil itu tanaman yang ada di atas lahan saya yang mana surat-surat tanah, PBB ada,” ungkap Gusman.

Sementara Pimpinan Tim Advokat PWRI, Rohmat Selamat mengatakan, pihaknya telah mendapatkan jawaban dari poin-poin pertanyaan terkait bukti hak kepemilikan tanah Gusman.

”Hari ini kami sudah mendapatkan jawaban dari poin-poin pertanyaan kami, terkait bukti bukti Hak kepemilikan tanah bahwa keluarga petani Gusman memiliki legalitas tanah tersebut dan membayar pajak resmi kepada Negara atas tanah tersebut,” kata Rohmat.

“Semestinya ini ke ranah perdata bukan pidana karena ini terkait sengketa lahan,” sambungnya.

Pihaknya berjanji akan membawa kasus ini sampai ke Mabes Polri di Jakarta, serta akan berkoordinasi dengan IPW, HAM, Ombusdman, Polda, beserta unsur pihak hukum terkait.

“Kami akan terus mengawal sampai permasalahan ini benar-benar terang benderang. Bahwa kasus ini, yang seharusnya bukan dipidanakan tapi perdata sengketa lahan,” ungkap Tim Advokad PWRI.

“Harusnya Pihak PT ANA (Agro Nusa Abadi) harus menunjukan bukti kepemilikan atas lahan tanah tersebut kepada masyarakat, yang mana masyarakat termasuk petani Gusman juga memiliki hak atas tanah lahan tersebut,” tandasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *