Pasang

5 Dampak Telat Makan, Bisa Berisiko Tukak Lambung

  • Bagikan
Waktu makan
Ilustrasi waktu makan. (Foto: klikdokter.com)

LIFESTYLE, SINERGI MADURA – Secara umum, terdapat banyak alasan seseorang untuk menunda makan, seperti karena sibuk atau sedang program menurunkan berat badan.

Padahal, dampak telat makan bisa berakibat fatal bagi kesehatan seseorang. Di antaranya menghambat program diet dan mengganggu kerja organ tubuh.

Pasang

Dilansir dari Sinergi Jatim, berikut adalah 5 dampak telat makan yang wajib Anda ketahui.

1. Susah berkonsentrasi

Umumnya, tubuh memerlukan energi dari glukosa (karbohidrat) agar bisa menjalankan fungsinya. Apabila Anda berhenti makan selama 4-6 jam, suplai glukosa menuju otak akan mulai berkurang. Akibatnya, tubuh tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

Baca Juga: 5 Etika Berkendara di Jalan Tol untuk Hindari Kecelakaan

Selain itu, kurangnya suplai glukosa juga memengaruhi kemampuan berpikir dan berkonsentrasi serta menurunkan kinerja mental secara keseluruhan.

Hal tersebut mengakibatkan Anda mungkin akan lebih mudah kelelahan, lemah, lesu, dan bahkan cenderung murung.

2. Gampang kelelahan

Baca Juga: Kenali 5 Khasiat Buah Naga bagi Kecantikan dan Kesehatan Tubuh

Meski Anda sedang dalam kondisi istirahat, tubuh terus membakar kalori dan menguraikan zat gizi. Persediaan energi dan zat gizi ini berasal dari makanan.

Apabila Anda telat makan, tubuh tidak mempunyai cukup “bahan bakar” untuk menjalankan fungsi

Metabolisme tubuh akan berjalan lambat saat minim energi. Di sisi lain, tubuh akan menghemat kalori yang tersisa agar bisa terus menjalankan fungsi dasar seperti pernapasan dan pengaturan detak jantung.

Jika dibiarkan seperti itu, lama-kelamaan bisa membuat Anda cepat lelah.

3. Membuat Anda makan lebih banyak

Sebuah penelitian mengungkapkan, kebiasaan melewatkan waktu makan justru bisa membuat Anda lebih cepat lapar.

Apabila nafsu makan tidak dikontrol dengan baik, kemungkinan Anda akan makan lebih banyak pada waktu makan selanjutnya. Bahkan berbagai penelitian menunjukkan, kaitan antara kebiasaan melewatkan sarapan dan risiko obesitas.

Dalam hal ini diketahui, berat badan orang-orang yang tidak sarapan cenderung lebih besar dibandingkan mereka yang sarapan dengan makanan sehat.

4. Meningkatkan risiko tukak lambung

Tukak lambung merupakan salah satu gangguan kesehatan yang dapat muncul akibat kebiasaan telat makan. Dalam hal ini, dinding lambung terluka atau mengalami iritasi karena terus-menerus terkena asam lambung yang bersifat mengikis.

Secara umum, penderita penyakit ini mengalami sakit perut, mual, serta nyeri pada ulu hati (heartburn). Beberapa gejala inilah yang selama ini dikenal sebagai maag. Stres pada tubuh akibat melewatkan waktu makan bisa membuat gejala ini bertambah parah.

5. Memperparah gejala sindrom iritasi usus

Terkadang penderita sindrom iritasi usus melewatkan waktu makan karena perutnya tidak nyaman.

Disangka agar meredakan gejala, namun hal ini justru bisa membuat perut terasa semakin perih. Pasalnya, rasa lapar termasuk pemicu gejala sindrom iritasi usus besar (IBS).

Para penderita penyakit ini disarankan untuk makan secara teratur. Jika porsi makan tiga kali sehari terlalu berat untuk perut Anda, gantilah dengan porsi yang lebih kecil dengan intensitas 5-6 kali sehari. Ini akan membuat kerja usus menjadi ringan.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *