Pasang

5 Fakta Menarik Keraton Sumenep Madura, Ada Pemandian yang Bisa Dekat Sama Jodoh

  • Bagikan
5 Fakta Menarik Keraton Sumenep Madura, Ada Pemandian yang Bisa Dekat Sama Jodoh
Salah satu pengunjung swafoto di depan labang mesem keraton Sumenep (Foto: [email protected])

BUDAYA, SINERGI MADURAKeraton Sumenep, Madura, Jawa Timur menjadi salah satu tempat destinasi wisata yang banyak dikunjungi para pelancong lokal dan manca negara.

Di tempat bersejarah peninggalan para raja Sumenep tempo dulu ini terdapat beberapa fakta unik yang membuat para wisatawan tak ingin segera pulang saat mengunjungi.

Pasang

Dikutip Sinergi Madura dari berbagai sumber, inilah 5 fakta unik dan menarik yang ada di Keraton Sumenep.

1. Ada Labang Mesem (Pintu Tersenyum)

Keraton Sumenep berdiri sejak 259 tahun lalu. Bangunan keraton yang berdiri sejak tahun 1762 itu masih megah hingga sekarang meski ada sebagian bangunan yang sudah tersisa puing-puing.

Layaknya istana pada umumnya, Keraton Sumenep terdiri dari gerbang, pendopo, bangunan utama, tamansare, dan museum. Yang paling populer adalah gerbang keraton yang dijuluki labang mesem atau ‘gerbang tersenyum’, pintu masuk menuju istana.

2. Keraton Sumenep menjadi pusat pemerintahan

Keraton Sumenep menjadi pusat pemerintahan Kadipaten yang juga dikenal sebagai Kadipaten Madura Timur atau Madura Wetan. Area kekuasaannya mencakup di Pamekasan, Sumenep, kepulauan di Selat Madura, dan Laut Bali.

Selain Keraton Sumenep, peninggalan Kadipaten Sumenep yang eksis hingga kini adalah Masjid Jamik Sumenep, dan Asta Tinggi (makam para raja Sumenep dan keluarganya).

Melalui daftar para raja yang dipajang di keraton, pengunjung dapat mengetahui para raja dan bupati yang pernah memimpin Sumenep. Sejak zaman Arya Wiraraja pada tahun 1269 Masehi hingga bupati Sumenep sekarang.

Baca Juga: Cerita Mistis Keraton Sumenep Madura, Ada Keris Sakti

3. Ada kereta berumur seribu tahun

Kereta berumur seribu tahun digunakan oleh Arya Wiraraja saat memimpin Sumenep dan membantu berdirinya Kerajaan Majapahit.

Selain barang peninggalan adipati pertama itu, ada pula koleksi Alquran yang ditulis sehari semalam oleh Sultan Abdurrachman (1811-1854).

Selain itu, ada pula sajadah yang terbuat dari kulit harimau yang menjadi alas salat raja, alas kaki yang terbuat dari kayu metaos, kereta kuda hadiah Kerajaan Inggris, tandu untuk orang sakit, dan keris-keris pusaka yang masih dikeramatkan.

4. Ada sejumlah cerita dan aturan yang tak boleh diabaikan

Keraton Sumenep tak luput dari gempuran saat pendudukan pasukan Jepang. Kabarnya, pasukan Jepang sempat ingin membakar keraton ini, namun anehnya hal itu tak berhasil terwujud.

Selain itu, ada pula kamar utama yang menjadi tempat tidur para raja. Tak sembarang orang boleh masuk ke ruangan tersebut, hanya boleh melihat-lihat dari luar. Namun, pernah ada seorang anak yang memaksa tidur di ruangan tersebut, alhasil kini anak itu mengalami gangguan kejiwaan.

5. Air pemandian putri punya khasiat tertentu

Pemandian Tamansare dulunya digunakan para putri kerajaan untuk membasuh tubuhnya. Konon, air pemandian tersebut menyimpan khasiat tertentu.

Ada tiga buah pintu air yang menghubungkan jalan menuju pemandian. Bila pengunjung mengambil air di pintu air pertama, mereka akan awet muda dan semakin dekat dengan jodoh.

Sementara di pintu air kedua, akan melancarkan rezeki dan mendapat kenaikan pangkat. Sedangkan, di pintu air ketiga, meningkatkan ketakwaan.

Itulah fakta menarik yang melingkupi keberadaan Keraton Sumenep. Kabupaten berlambang kuda terbang ini tengah berada di usia ke 752 tahun. Setiap tanggal 31 Oktober, kabupaten di ujung timur pulau Madura ini memperingati hari ulang tahun.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *