Pasang

5 Ulama dan Kiai Berpengaruh dalam Perkembangan Islam di Pulau Madura

  • Bagikan
Syaikh Muhammad Kholil Bangkalan (Foto: Ummah.id)
Syaikh Muhammad Kholil Bangkalan (Foto: Ummah.id)

PROFIL, SINERGI MADURA – Ulama dan kiai merupakan tokoh yang sangat dihormati oleh umat Islam di dunia, terlebih bagi masyarakat di Madura.

Sebab menurut keyakinan di dalam agama Islam, ulama adalah pewaris para nabi yang menyampaikan risalah alquran dan hadits kepada umat manusia.

Pasang

Di Madura sendiri, ada sejumlah ulama berpengaruh yang turut andil dalam perkembangan agama Islam. Bahkan di antara mereka telah dikenal hingga ke belahan dunia.

Siapakah mereka? berikut ini 5 ulama dan kiai berpengaruh dalam perkembangan Islam di Pulau Madura.

1. Kiai Abdullah Sajjad Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk

Kiai Abdullah Sajjad merupakan putra dari KH. Muhammad Syarqawi Al-qudusi pendiri Ponpes Annuqayah. Sejak kecil biasa dipanggil Sajjad.

Kiai Sajjad pernah nyantri kepada Syaikh Kholil di Pesantren Kademangan Bangkalan. Kemudian ke Pesantren Tebuireng asuhan KH Hasyim Asy’ari, dan juga di Pesantren Siwalan Panji Sidoarjo.

Kiai Abdullah Sajjad dikenal dekat dengan masyarakat, serta punya jiwa sosial yang tinggi. Tak hanya itu, Kiai Abdullah Sajjad juga turut membela bangsa ini dari gangguan penjajah bangsa asing.

Menurut cerita rakyat, Kiai Sajjad wafat dalam keadaan bersujud setelah dieksekusi dengan kejam oleh tentara Belanda. Yakni, dengan cara ditembak di bagian mulutnya.

Kemudian nama ‘Assajjad’ disematkan kepada beliau, karena sewaktu syahid membela agama dan bangsa.

2. KH Abi Sudjak Sumenep

KH Abi Sudjak lahir di Sumenep pada tahun 1885 M, nama ayahnya adalah KH Jamaluddin Kebunagung.

Selain turut andil menyebarkan agama Islam di Pulau Garam, kiai ini juga merupakan laskar pejuang dalam mengusir penjajah.

Almarhum KH Abi Sudjak sangat dikenal di kalangan masyarakat Sumenep. Terlebih bagi kaum Nahdiyin. Selain merupakan sosok ulama ahli Tarekat Alawiyah, kiai ini juga tokoh NU pertama di Kabupaten ujung timur Pulau Madura.

Beliau wafat setelah tiga tahun Indonesia merdeka. Tepatnya, pada tahun 1948.

3. Kiai Aji Gunung Sampang

Kiai Aji merupakan ulama sekaligus waliyullah yang banyak dikenal masyarakat di Pulau Garam.

Selain itu ia juga dikenal sebagai guru para ulama di masa lampau. Diantaranya adalah Kiai Agung Raba, Pamekasan dan KH. Abdullah Allam, Sampang.

4. KH Abddullah Allam Sampang

Nama kiai Abdduallah Allam merupakan pemberian dari gurunya, Kiai Aji Gunung, Sampang.

Dalam beberapa sumber lisan maupun tulisan disebutkan, Kiai Abdul Allam dikenal sebagai pembabat bukit Prajjan di Kabupaten Sampang.

Dari sumber tesebut diceritakan bahwa kiai yang satu ini sempat bertapa di atas bukit Sumber Prajjan. Dari sanalah lentera keilmuannya memancar di bumi Kota Bahari.

5. Syaikh Muhammad Kholil Bangkalan

Ulama ini lebih dikenal dengan Mbah Kholil. Beliau lahir pada 11 Jumadil Akhir, 1325 H, atau 27 Januari 1820 M di Bangkalan, Pulau Madura.

Mbah Kholil sempat berguru kepada Kiai M Noer, di Pondok Pesantren Langitan, Tuban, Jawa Timur. Di masa mudanya Mbah Kholil berhasil menghafal Alquran, bahkan ia juga mampu menguasai Qiroah Sab’ah (tujuh cara membaca Alquran).

Banyak ulama besar di Tanah Air yang memiliki sanad keilmuan kepada Syaikh Kholil, salah satunya adalah KH. Hasyim Asy’ari.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *