Pasang

Akhirnya, Polres Pamekasan Madura Berhasil Amankan Pelaku Pembunuhan Pria Terduga Dukun Santet

  • Bagikan
Akhirnya,-Polres-Pamekasan-Madura-Berhasil-Amankan-Pelaku-Pembunuhan-Pria-Terduga-Dukun-Santet
KOMPAK: Tim Sakera Sakti Satreskrim Polres Pamekasan Madura, saat berhasil mengamankan pembunuh pria yang diisukan memiliki santet (Ainur Rizky - Sinergi Pamekasan)

PAMEKASAN, SINERGI MADURA – Tim Sakera Sakti Satreskrim Polres Pamekasan, Madura, Jawa Timur berhasil mengungkap tindak pidana pembunuhan terhadap seorang pria yang diduga punya ilmu santet.

Tindak pidana pembunuhan yang dilatarbelakangi isu santet ini terjadi pada Selasa (19/10/2021), sekitar pukul 14.00 WIB. Tempat kejadian perkara (TKP) di Dusun Panjalin Desa Batubintang Kecamatan Batumarmar Kabupaten Pamekasan.

Pasang

Penangkapan pelaku oleh Satreskrim Pamekasan ini dilakukan berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/459 /X/2021/SPKT/Polres Pamekasan/Polda Jawa Timur, tanggal 19 Oktober 2021.

Korban atas nama Pusadin (55) warga asal Dusun Panjalin, Desa Batubintang, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan.

Setelah melakukan Penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan alat bukti yang diperoleh, diketahui tersangka adalah MH, pria kelahiran Pamekasan, 1 Juli 1982, warga asal Dusun Penjalin, Desa Batubintang, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan.

Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Tomy Prambana mengungkapkan, bahwa sekitar pukul 19.40 WIB, pihaknya mendapatkan informasi keberadaan MH, selanjutnya petugas mendatangi lokasi rumah tersangka yang beralamat di Dusun Penjalin, Desa Batubintang, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan, dan langsung menangkap tersangka MH.

“Setelah dilakukan interogasi awal, bahwa memang benar MH yang telah membunuh Pusadin. Dari keterangan MH dia melakukan perbuatan tersebut karena mengingat ucapan korban sekitar 2 tahun yang lalu, yang mana korban akan menghilangkan nyawa keluarganya,” jelasnya, Sabtu (23/10/2021).

“Tidak lama setelah MH mendengar ucapan tersebut, kakek dan nenek MH meninggal hingga 6 keluarga lainnya juga meninggal dunia, dan yang terakhir adalah keponakannya yang berumur 10 bulan meninggal juga,” urainya.

Baca Juga: Mewakili Jawa Timur, Siswi SMPN 2 Pamekasan Madura Ini Raih Tiket Kompetisi Sains Nasional 2021

Lanjut, AKP Tomy menjelaskan bahwa pada hari Selasa (19/10/2021), sekira pukul 13.45 WIB, dari hasil pemeriksaan, sebenarnya MH menurutnya tidak memiliki niatan melakukan pembunuhan tersebut.

Pada saat itu, kisah Thomy, MH bertujuan ke rumah salah satu ulama di tempat tinggalnya. MH bermaksud memberi tahu bahwa keponakannya yang berumur 10 (sepuluh) bulan meninggal dan meminta bantuan untuk dimandikan serta disalatkan.

Namun, sebelum MH tiba di rumah ulama tersebut, dirinya bertemu dengan Pusadin yang pada saat itu langsung lari masuk ke dalam rumahnya. “Dan disitulah MH teringat kembali ucapannya Pusadin yang akan menghilangkan nyawa keluarganya,” jelas Tomy mengurai kronologi kejadian.

“Sehingga MH pun kemudian mengejar Pusadin yang masuk ke rumahnya. Sesampainya di dalam rumah Pusadin, MH langsung cekcok mulut dan menanyakan terkait kematian semua keluarganya. Namun korban (Pusadin) menjelaskan ‘kenapa kamu mau mati juga’. Karena mendengar hal tersebut, amarah MH memuncak,” cerita AKP Tomy.

Setelah itu, MH pun mengeluarkan celurit yang biasa disimpannya di pinggang kanannya dan langsung membacok Pusadin secara bertubi-tubi.

Korban sebenarnya sempat berusaha melawan tetapi tidak mampu dan meninggal.

“Setelah membunuhnya, kemudian MH langsung lari dan pergi meninggalkan lokasi tersebut,” tukasnya.

AKP Tomy juga mengungkapkan kalau saat ini barang bukti yang berhasil diamankan di antaranya 1 bilah celurit warna hitam dimana gagangnya terbuat dari kayu warna hitam, dengan panjang 65cm.

“Selain itu, kemeja lengan panjang warna biru muda, sarung berwarna biru tua dengan bermotif batik. Kemudian satu buah songkok warna putih,” sebut Kasatreskrim Tomy Prambana.

Tak hanya itu, Tim yang dikerahkannya juga berhasil mengamankan 1 (satu) buah sarung motif kotak berwarna biru putih dan satu buah seprai warna putu.

Pelaku MH kini telah ditetapkan sebagai tersangka dengan jeratan Pasal 338 Subs 351 Ayat 3 KUHP (dengan ancaman Lima belas tahun penjara.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *