Pasang

Alat Dibantu, Pengrajin Sepatu Binaan Pemkab Pamekasan Haturkan Terimakasih kepada Bupati Baddrut Tamam

  • Bagikan
BERSINERGI: Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam (pakai rompi) bersama OPD dan Bank Mandiri serta perwakilan pengrajin sepatu, saat melakukan serah terima alat secara simbolis (Dok. Sinergi Madura)

PAMEKASAN, SINERGI MADURA – Bahrul, pengrajin sepatu asal Desa Palesanggar Kecamatan Pegantenan Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur bersyukur bisa mendapatkan bantuan alat produksi dari Corporate Social Responsibility (CSR) melalui pemerintah daerah.

Bahrul mengaku, usaha hasil pelatihan dari program wirausaha baru (WUB) binaan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan memang saat ini kekurangan beberapa alat. Termasuk mesin hotprint embos dan mesin press pon untuk meningkatkan kualitas produksinya.

Pasang

Dia bercerita, awal mula berdirinya usaha pembuatan sepatu yang sekarang dijalani berkat pelatihan yang digelar oleh Pemkab Pamekasan pada tahun 2019. Dirinya mendapat kesempatan belajar langsung ke pabrik di Mojokerto yang difasilitasi pemerintah daerah.

Tentu sepulang dari pelatihan, ilmu yang diperolehnya terus dikembangkan di bawah binaan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan (DPMPTSP Naker). Karena program WUB itu merupakan salah satu program prioritas Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam.

“Terimakasih kepada Bupati Pamekasan yang telah sudi mensupport usaha kami dengan memberikan bantuan alat. Terimakasih banyak,” katanya, usai mendapat bantuan di Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Selasa (31/8/2021).

Bahrul mengaku, dalam satu tahun terakhir produksi sepatunya telah merambah ke beberapa wilayah di Kabupaten Sampang dan Kabupaten Sumenep. Hanya saja, proses produksinya terkendala alat yang kurang memadai.

“Alhamdulillah sudah sangat banyak, kami tidak sempat menghitung (jumlah produksinya, red). Malah kami kemarin sempat mengirim juga ke daerah Kalimantan,” akunya.

WUB yang berada di bawah naungan DPMPTSP dan Naker ini merupakan salah satu program prioritas Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam dalam upaya menciptakan 10 ribu pengusaha baru selama kepemimpinannya.

Pelatihan berbagai jenis usaha ini dilaksanakan secara gratis, bahkan para peserta dibantu alatnya melalui dana CSR dari berbagai perusahaan. Selain itu, peserta juga diberi pinjaman modal melalui dana channeling dengan bunga nol persen selama setahun.

Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga menfasilitasi pemasarannya, baik online yang bekerja sama dengan beberapa star up, dan pemasaran offline dengan cara mendirikan warung milik rakyat (Wamira) yang rencananya akan dibangun di 20 titik pada tahun 2021 ini.

“Alhamdulillah kami bersyukur dengan adanya bantuan ini, yang jelas bantuan ini berpengaruh besar terhadap kualitas sepatu kami ke depan. Insyaallah akan berkembang dengan pesat,” tutup Bahrul. (adv)


(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *