Pasang

AMSI Jatim Gandeng Solopos Institute Gelar UKW di Banyuwangi

  • Bagikan
Ukw
KOMPAK: Pengurus AMSI Jatim, Penguji dan sejumlah wartawan saat foto bersama (Dok. Sinergi Madura)

BANYUWANGI, SINERGI MADURA – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Timur bersama Solopos Institute sukses menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) pertama di Banyuwangi, Jumat (5/11/2021).

Acara tersebut berlangsung di Mirah Hotel Banyuwangi dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 yang ketat dan diikuti sebanyak 25 kuli tinta se-Jawa Timur.

Pasang

Sebelum acara digelar, masing-masing peserta dilakukan tes antigen sebagai standarisasi penerapan protokol kesehatan COVID-19.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur (Sekdaprov) Heru Tjahjono, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, Ketua AMSI Pusat, Wenseaslus Manggut, Ketua AMSI Jawa Timur ,Arief Rahman, Sekretaris AMSI Jatim Saptini Darmaningrum, pengurus pusat AMSI, Yatimul Ainun dan Suwarmin serta Tim Penguji dari Solopos Institute.

Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono mengatakan bahwa media sebagai tonggak terdepan dalam pembangunan. Tanpa media, informasi keberhasilan pembangunan tidak akan sampai ke telinga masyarakat.

“Saya mengucapkan semoga kegiatan uji kompetensi wartawan ini dapat berjalan lancar. Adanya kegiatan ini mudah-mudahan mendapat pelajaran kepada banyak media, karena sekarang media online sangat-sangat berpengaruh,” kata Heru Tjahjono mewakili Gubernur Jatim saat membuka kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) AMSI Jawa Timur secara virtual di Banyuwangi.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta Uji Kompetensi Wartawan di Banyuwangi.

Ipuk menyebut, media bagian penting dari perkembangan pemerintahan di daerahnya. Pihaknya berharap kegiatan ini nantinya memberi dampak positif terhadap perkembangan Banyuwangi dan Jawa Timur.

“Karena kita kadang disibukkan dengan berita-berita yang tidak jelas, siapa penulisnya, apa medianya sehingga sangat berdampak terhadap citra suatu daerah,” ucap Ipuk.

“Jadi kami berterimakasih kepada AMSI yang telah menyelenggarakan uji kompetensi wartawan di Banyuwangi sehingga dapat memperjelas asal usul kebenaran informasi dan medianya sehingga diharapkan juga dapat mengedukasi kepada masyarakat,” harapnya.

Ipuk menambahkan, Bahwa saat ini Kabupaten Banyuwangi masuk di wilayah kondisi PPKM Level II. Banyuwangi cukup aman dan baik untuk menggelar acara, namun tetap dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Kami berpesan selaku Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk memberi kesempatan bagi seluruh penyelenggara maupun peserta di sela kegiatan ini agar bisa jalan-jalan untuk menikmati daerah ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wenseslaus Manggut mengatakan, kegiatan Uji Kompetensi Wartawan ini bagian dari upaya menyehatkan ekosistem di dunia digital.

Selain itu, Wenseslaus juga menyebut bahwa AMSI punya agenda besar dan butuh upaya ekstra untuk memperjuangkan upaya tersebut.

“Tantangan besar itu berupa media sustainability. Kita mau nantinya tidak hanya perusahaan medianya yang sustainable tapi juga wartawan dan jurnalismenya juga sustainable,” jelasnya.

Wenseslaus Manggut menilai saat ini perlu adanya pembenahan di dunia industri media. Karena, di era disrupsi digital saat ini pembenahan harus menyeluruh tidak hanya di sisi konten tetapi juga bisnis.

“Karena, landscape baru akibat disrupsi digital saat ini, kue bisnis dunia media tidak hanya bisa dinikmati oleh perusahaan media konvensional seperti yang kita lihat 10 -15 tahun lalu. Tapi, kue bisnis ini bisa dinikmati oleh para blogger, platform, mikro platform dan lainnya,” beber Wenseslaus.

Melihat kondisi itu, lanjut Wenseslaus, AMSI memiliki upaya besar untuk menjalankan dan mengembalikan fungsi media ke jalur produksi konten original.

Memperbaiki kepercayaan media yang tunduk pada publik dan tidak hanya tunduk pada kepentingan bisnis semata.

“Regulasi akan diupayakan bersama stakeholder ada dari Dewan Pers kita ada di dalamnya. Kita sudah bertemu dengan unsur pemerintah dalam hal ini Kemkominfo dan Menkopolhukam,” imbuhnya.

“Usulan ini mendapat sambutan bagus. Intinya agar ekosistem ini menjadi sehat dengan tujuan tidak merugikan pihak lain. Kita sudah sepakat dan negara di dunia juga memiliki regulasi yang sama terkait masalah ini,” jelas Wenseslaus.

Selalin itu, langkah awal AMSI menyikapi hal tersebut yaitu setiap media harus memenuhi kewajiban yang ditentukan, seperti standarisasi yang meliputi pemenuhan administrasi perusahaan.

“Perusahaan harus berbadan hukum pers, terdaftar di dewan pers. Wartawan juga harus lulus uji kompetensi wartawan. Seperti yang dilakukan AMSI ini masuk dalam upaya menjamin keberlangsungan media,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Timur Arief Rahman mengatakan, uji kompetensi wartawan bertujuan untuk meningkatkan profesionalitas pengelolaan media yang berdiri di atas dua kaki, yakni redaksi dan manajemen bisnis.

Peningkatan kompetensi wartawan yang merupakan sumber daya manusia (SDM) penting di media, menjadi titik tumpu pengelolaan media yang berkualitas dan terpercaya.

“Selain kita juga konsen bekerja sama dengan pihak lain seperti google dan Internews serta lembaga lainnya untuk meningkatkan profesionalitas pengelolaan media. Karena itulah, uji kompetensi ini penting agar kita punya standarisasi SDM media siber. AMSI berkomitmen memberikan kontribusi kualitas SDM di redaksi,” kata Arief Rahman.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Jatim, Pemkab Banyuwangi dan PT Bumi Suksesindo serta Merdeka Copper and Gold yang mendukung pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan ini,” pungkas Arief Rahman.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *