Pasang

Analisa Positif Covid-19 di Sumenep

  • Bagikan
Analisa Positif Covid-19 di Sumenep
Foto: Istimewa

To the pointJumat malam (24/04/2020), Tim pencegahan Covid-19 Kabupaten Sumenep merilis ada 4 warga yang dinyatakan positif. Tiga warga merupakan pegawai di lingkungan Dinas Kesehatan dan ‘satu’ dari internal Kemenag Sumenep.

Keempat pegawai ini adalah tim asal Kabupaten Sumenep yang mengikuti pelatihan Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) di asrama haji Sukolilo Surabaya yang ditugaskan pada pertengahan Bulan Maret lalu.

Pasang

Usai mengikuti pelatihan, seorang pegawai dari internal Kemenag Sumenep, infonya, tetap sering menjadi imam di salah satu Masjid. Dan salah satu pegawai dari Dinkes Sumenep, infonya, sudah melewati masa isolasi mandiri dan telah beraktifitas seperti biasa ke salah satu puskesmas dan membuka praktik di rumahnya, sebelum dinyatakan positif, Jumat (24/4) malam kemarin.

Rapid test, info dari ketua tim Covid-19 Kabupaten Sumenep, terhadap 4 warga positif tersebut, bersama satu lagi anggota pelatihan TKHI lainnya, dilakukan dua kali. Pertama, sekitar tanggal 12 April. Kedua, dilakukan tiga hari usai ‘rapid test pertama‘, yakni pada tanggal 14 April. Sample dari masing-masing warga ini lalu dilakukan swab test. Hasilnya, 10 hari kemudian, mereka dinyatakan positif.

Kegiatan pelatihan TKHI di Surabaya ini telah digelar dari tanggal 9-18 Maret 2020 lalu. Dalam ‘konferensi pers’ disebutkan, keseluruhan tim TKHI dari Sumenep berjumlah 9 orang; hanya 1 orang dari 5 sisanya yang di-rapid test, dan hasilnya negatif. (Tidak dijelaskan bagaimana kabar mengenai sisa 4 anggota lainnya?).

Empat dari 5 peserta yang dilakukan rapid test tersebut baru dinyatakan positif tanggal 24 April kemarin. Ada rentang waktu yang cukup panjang.

Info dari salah satu awak media yang tak ingin disebutkan namanya di sini, yang pernah melakukan konfirmasi kepada salah satu tim Covid-19, menyebutkan, sebelum tanggal 12 April lalu sudah dilakukan “test” pada 5 peserta TKHI asal Sumenep, dan hasilnya negatif.

Bahkan, masih menurut si awak media, tim Covid-19 yang juga bekerja di satu instansi yang sama, yakni sebagai kepala dinas, menyatakan, bahwa di antara peserta pelatihan TKHI tersebut sudah mengikuti rapat di lingkungan dinasnya.

Pertanyaannya, apakah sebelum 2 kali rapid test sekitar tanggal 12 dan 14 April, tim covid-19 sudah melakukan “test” serupa? Sehingga menyatakan seluruh peserta TKHI sehat dan “baik-baik” saja?

Dan jika yang dilakukan bukan rapid test, lalu “test” seperti apa yang dilakukan oleh tim Covid-19, sehingga salah satu kepala dinas menyatakan sehat dan “baik-baik” saja?

Di akhir Bulan Maret lalu, di sejumlah daerah lain, peserta pelatihan TKHI di Surabaya banyak yang dinyatakan positif Covid-19. Itu di akhir Bulan Maret lalu. Tapi di Sumenep, baru terdeteksi menjelang akhir Bulan April. Ada apa?

Atau kita berpikir positif saja. Begini, jika memang dari rentang waktu tanggal 19 Maret hingga 11 April sudah dilakukan “test” secara sembunyi-sembunyi, dan hasilnya memang negatif, berarti ada kemungkinan para TKHI tidak positif  karena mengikuti pelatihan, melainkan karena tertular dari orang atau pihak lain di rentang waktu itu. Ini harus segera dilakukan tracking.

Jumat (24/4) malam, dua pucuk pimpinan yang pegawainya dinyatakan positif Covid-19, turut hadir di konferensi pers. Tentunya semua tidak perlu khawatir, cukup tingkatkan kewaspadaan. Sebab, di rentang waktu yang cukup lama itu, keempat TKHI yang positif itu tidak hanya bertemu dengan mereka, tapi bisa juga dengan kita.

Sekali lagi, jangan khawatir dan jangan panik. Karena kita sudah berperang, siapkan kedisiplinan sekuat dan setegar mungkin. Yakinlah, Allah Mahatahu dan Maha Penyayang.

Terakhir, pernyataan dari seorang kawan. Selama ini, untuk menjaga Kabupaten Sumenep tetap zona hijau, puluhan ribu masker diberikan pada warga. Ternyata, seperti tutur Bupati saat konferensi pers pada Jumat malam lalu, “kita malah jebol di tengah-tengah”. Dan mayoritas pasien positif itu, adalah tenaga medis, yang infonya, sudah beraktivitas seperti biasa, sebelum Jumat malam kemarin dinyatakan positif.

“Kalau dengar Covid-19 di Sumenep, saya bukan takut, Pak. Malah ingin marah!” pungkasnya di ujung telepon.

Semoga, ke depan tidak perlu ada orang yang marah lagi soal pandemi ini. Dan tim Covid-19, semoga mau untuk lebih terbuka. Ini ujian, harus siap dihadapi bersama. Jangan ada dusta atau tega menutupi fakta. Jangan!

NK
Gapura, 25 April 2020

NB: Catatan ini hanya sepihak belaka. Dan mungkin tidak sepenuhnya baik.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *