Angka Kekerasan Seksual Anak di Bangkalan Naik Turun

Angka Kekerasan Seksual Anak di Bangkalan Naik Turun
Ilustrasi kekerasan seksual pada anak (Istimewa)

BANGKALAN, SINERGI MADURA - Angka kekerasan seksual di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur dari tahun ke tahun mengalami naik turun (fluktuatif). Hal ini berdasarkan data yang dihimpun Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A).

Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Dinas KBP3A Kabupaten Bangkalan, Ismanto menjelaskan, jumlah kasus kekerasan seksual pada tahun 2018 adalah 20 kasus, 2019 sekitar 26 kasus dan 2020 sebanyak 19 kasus.

"Naik turun, yang jelas 2020 ini kasusnya tertangkap semua (pelaku, red). Ini akan berdampak terhadap jumlah yang ada dalam satu tahun," terangnya saat dikonfimasi media ini, Senin (11/1/2021).


Baca Juga: Peringati HUT Ke-35, Pagar Nusa Cabang Sampang Gelar Istigasah dan Doa Bersama


 

Ia menilai banyak faktor yang mempengaruhi seseorang melakukan kejahatan seksual di kabupaten berjuluk Kota Salak, terutama pengaruh lingkungan dan tempat tinggal.

"Paling banyak pemerkosaan di bawah umur, persetubuhan anak karena suka sama suka dengan pacar, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT,red)," bebernya.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga sanak famili dari maraknya pengaruh pergaulan bebas pada remaja dan anak-anak.

"Minimal ada ibunya yang ada di belakang, kalau memang harus dititipkan (anak, red) ke keluarga terdekat. Karena mereka kurang kasih saying orang tua juga bisa jadi pemicu," pungkasnya. (ms/an/fd)


(*)