Pasang

Asal Bedah Tagline Politik Bakal Cabup – Cawabup Sumenep

  • Bagikan
Asal Bedah Tagline Politik Bakal Cabup - Cawabup Sumenep
Foto: Dokumen Sinergi Madura

Orientasi politik, selalu soal keberpihakan. Namun belum tentu keberpihakan itu demi kebaikan. Sikap awas dan terbuka, penting ditingkatkan. Agar kita tetap santun dan bersedia menerima perbedaan.

Politik seyogyanya berisi adu gagasan, bukan menguliti kesahalan lawan dan membesar-besarkan sang pujaan. Biarkan politik menjadi cara paling legal untuk mengelola konflik dan menyelesaikan perbedaan untuk menentukan pilihan.

Pasang

Sesuai judul, catatan sederhana ini hanyalah asal bedah. Sekadar meramaikan remah-remah pandangan politik saja. Sangat mungkin, kekeliruan dalam catatan ini terjadi di sana-sini. Semoga dimaklumi.

Tagline pasangan bakal calon bupati Achmad Fauzi-Dewi Khalifah, terbilang biasa: Bismillah Melayani. Sebagai patahana, tagline ini (mungkin) diupayakan menjadi pintu masuk, diantaranya untuk mengklaim hasil kerja selama dua kali di pemerintahan dan bisa terus melayani.

Sejumlah kebijakan, keputusan strategis, progres pembangunan, pendidikan dan kesehatan harus menunjukkan hasil ke arah yang lebih baik. Meskipun, sejauh ini belum ada indikator pasti atas itu.

Tagline pasangan AF-DK ini, seperti pilihan terbaik agar tetap berada di zona aman. Sebagai patahana, tidak mungkin mereka menggunakan tagline move on, seperti yang jauh hari sebelumnya sempat tersiar. Pasangan nasionalis-progresif dan idealis-humanis ini bukan orang baru dan tidak mungkin seberani Barack Obama: Change!

Pasangan ini, harus dikesankan siap bertanggung jawab atas seluruh kebijakan dan keputusan selama menjabat di pemerintahan. Sebab jika tidak, patahana akan dituding nihil hasil kerja(an). Ini tentu blunder.

Saat beberapa waktu lalu ratusan kepala desa berkumpul, meskipun tidak secara langsung menyatakan dukungan, banyak pihak menduga bahwa pertemuan itu adalah upaya merapatkan barisan agar semua siap melayani.

Kepala desa, sebagai jabatan politis, cukup masuk akal jika dirangkul. Namun publik harus memastikan, di momen politik ini, tidak ada wewenang yang disalahgunakan. Itu saja.

Jika pasangan ini adalah orang lama, dan berusaha tetap berada di zona aman seperti taglinenya, maka yang bisa dilakukan oleh publik adalah menakar hasil kerja. Baik di daratan maupun kepulauan. Penting publik punya indikator hasil kerja pemerintahan secara mandiri. Sebelum nanti dijejali e-flayer berupa janji-janji (lagi).

Sementara tagline pasangan Fattah Jasin-Ali Fikri tampak kurang serius: Sumenep Barokah: memakmurkan desa, meratakan pembangunan. Jika ditelaah, tagline ini pun juga bukan hal baru di Sumenep.

Di periode sebelumnya, patahana juga membuat tagline yang kurang lebih sama: Bangun Desa Nata Kota. Mungkin saja, tagline penantang patahana ini adalah saduran dengan sedikit modifikasi-an.

Tagline pasangan FJ-AF, terkesan tidak membawa spirit baru. Mereka seperti mengamini hasil kerja patahana. Bahkan saat deklarasi, pasangan ini menyatakan bahwa roadmap pembangunan yang mereka siapkan adalah berdasarkan kerja pemerintahan sebelumnya. Eh, lalu tawarannya apa?

Jika patahana dinilai berhasil, dan mereka hanya ingin mengganti simbol tokoh pemerintahan saja, apakah tidak sia-sia? Penantang ini terkesan sebagai pasangan yang nihil pendirian dan tidak berani membuat terobosan. Rasanya, ini bukan modal kerja yang jitu.

Misalnya, jika berhasil menang, di antara kebijakan strategis mereka adalah optimalisasi Visit Sumenep, membangun infrastruktur penunjang wisata, menata managemen wirausaha muda dan menyiapkan sarana yang lebih memadai, hanya itu? (sumber: www.gusacing.com)

Lain dari itu, pasangan ini (hanya) akan memaksimalkan layanan kesehatan terapung dan kebijakan-kebijakan lain yang tampak seremonial: mengapresiasi para hafidz quran dan membenahi kualitas pelayanan penyuluhan desa.

Sejauh ini, pasangan ini belum berani menggelorakan istilah reformasi. Misalnya, reformasi transportasi khususnya kepulauan. Roadmap penurunan angka kemiskinan dan reformasi peningkatan mutu pendidikan. Pasangan ini, masih abu-abu membicarakan itu?

Terakhir. Jangan sampai ada kesan bahwa pasangan ini hanya siap menantang, namun tidak siap dengan konsep kerja strategis dan mapan; tidak berani membawa spirit perubahan?

Semua kebijakan strategis yang mereka siapkan, belum sepenuhnya menjabarkan tagline yang mereka suarakan. Ingat, pada pemerintahan sebelumnya, tagline yang nyaris serupa masih menuai suara-suara sumbang hingga sekarang. Apakah itu yang akan mereka ulang? Salam.

Gapura, 08 Agustus 2020

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *