Pasang

Bagi Orang Madura Kuno, Keris Pusaka Pantang Teteskan Darah

  • Bagikan
Bagi Orang Madura Kuno, Keris Pusaka Pantang Teteskan Darah
Gambar Keris (Foto: nasionalisme.co)

BUDAYA, SINERGI MADURAKeris merupakan salah satu senjata pusaka yang dimiliki oleh kalangan bangsawan atau orang-orang penting dalam sebuah kerajaan seperti halnya Pararaton di Sumenep, Madura.

Keris bertuah yang bisa dikategorikan sebagai ‘pusaka’ pada umumnya memiliki usia pembuatan terbilang tua. Misal, usianya sudah beratus-ratus tahun bahkan juga ada yang sampai berabad-abad lamanya.

Pasang

Namun, bukan lantas benda tersebut sering terlibat dalam peristiwa pertempuran dan banyak menumpahkan darah lalu kemudian disebut sebagai senjata pusaka.

Dilansir dari berbagai sumber disebutkan bahwa bagi Masyarakat Madura kuno bila sebuah senjata keris sudah banyak digunakan untuk melukai tubuh orang lain justru itu sudah masuk pada golongan bukan pusaka.

Pada zaman kerajaan, keris diakui memang merupakan senjata yang tak jarang digunakan dan terlibat dalam sebuah peperangan untuk kepentingan perebutan kekuasaan atau hal lain yang memicu terjadinya peperangan.

Meski demikian, bagi orang yang memiliki jiwa ksatria tidak akan pernah menggunakan senjata keris untuk melukai lawan. Kecuali dia dalam posisi terdesak dan tidak menemukan jalan lain hingga harus menghabisi nyawa lawan.

Baca Juga: Orang Madura Harus Tahu, Begini Cara dan Etika Menarik Keris dari Warangka

Seperti halnya keris Empu Gandring yang dikisahkan terlibat dalam peristiwa berdarah pada masa pra Islam. Di masa kerajaan Islam juga dikisahkan terjadi peristiwa berdarah yang merenggut nyawa orang menggunakan keris bertuah karena perebutan kekuasaan.

Namun, hal demikian menurut kebiasaan orang Madura kuno tetaplah sikap yang buruk dan sukar dilakukan oleh orang yang memiliki jiwa ksatria sebab diyakini akan memengaruhi terhadap kesakralan dari keris itu sendiri.

Bagi orang Madura kuno, keris yang masuk pada golongan senjata pusaka biasanya mendorong seseorang atau yang menggunakan untuk berjalan di jalur kesucian diri sekaligus menjunjung tinggi nama leluhurnya.

Di mata orang Madura, keris bukan sekadar senjata biasa. Terdapat nilai luhur dan senjata yang dianggap menyimpan kekuatan mistis serta benda istimewa berkualitas tinggi.

Zaman Madura kuno, tidak sembarangan orang dapat memiliki dan bisa menggunakan barang tersebut. Hanya orang-orang tertentu. Biasanya hanya dimiliki oleh orang keraton.

Proses pembuatannya pun tidak mudah dan tidak semua orang bisa menciptakan. Artinya, hanya orang-orang pilihan yang memiliki kemampuan khusus dan pengetahuan mendalam tentang keris. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *