Pasang

Bangkit di Tengah Pandemi, Pemuda Asal Dungkek Ini Sukses Rintis Usaha Ayam Geprek

  • Bagikan
RAMAI: Pelanggan membeli produk 'Omah Geprek' di outlet cabang sebelah barat Pasar Candi (Subaidi - Sinergi Sumenep)

SUMENEP, SINERGI MADURA – Di tengah masa pandemi Covid-19 yang telah melumpuhkan banyak sektor kehidupan masyarakat, pemuda asal Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep ini mencoba untuk bangkit dengan cara membuka usaha kuliner.

Dasuki, pemuda 29 tahun lulusan sarjana strata satu (S1) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang ini sukses memulai bisnis barunya dengan jualan ayam geprek.

Pasang

Dia menganggap pandemi ini bukan alasan untuk berpangku tangan di dalam rumah. Kondisi ini justru membuatnya punya inisiatif untuk membangun usaha sendiri. ‘Omah Geprek’, label nama usahanya.

Baca Juga: Olah Grywater, Model Pemas Dosen Unija Sumenep di Desa Marengan Laok

“Pertama harus punya tekat yang kuat, dan melawan gengsi tentunya. Alhamdulillah sekarang mulai merasakan hasil dari usaha ini,” ujarnya kepada Sinergi Madura, Minggu (16/09/2021).

Dirinya yakin untuk membuka bisnis ayam geprek di wilayah pinggiran Sumenep karena menurutnya masyarakat pinggiran belum banyak yang mengenal kuliner ini. Sehingga dengan modal sekitar kurang lebih Rp 15 juta ia pun kini terbilang sukses mengembangkan usahanya.

“Saya tertarik membuka usaha ayam geprek, karena di wilayah pinggiran, khususnya daerah Dungkek dan Batang-batang (makanan ini, red) saya kira masih asing, ya. Saya yakin peminatnya banyak,” katanya.

Meski cukup baru mendirikan bisnisnya, yakni sekitar awal tahun 2021, saat ini pria asal Desa Lapa Taman ini telah memiliki 4 cabang outlet “Omah Geprek” di wilayah Kecamatan Dungkek dan Batang-Batang.

“Alhamdulillah, kami sudah ada 4 cabang outlet. 2 outlet di Wilayah Dungkek, sementara sisanya di Batang-Batang,” tuturnya.

Ia tidak hanya menyediakan ayam geprek, varian menu serupa yang disuguhkan untuk pelanggannya juga ada ayam krispi. Harganya pun sangat bersahabat. Anda para penikmat ayam geprek tidak perlu merogoh gocek dalam-dalam, per porsi ayam geprek hanya seharga Rp 8.000.

“Harganya cukup terjangkau, hanya 8 ribu rupiah per porsi,” sebut pria yang berencana menikah tahun 2021 ini.

Omah Gepek Berbagi

Tak semata mencari keuntungan secara ekonomi, usaha kuliner ‘Omah Geprek’ milik Dasuki ini juga memiliki program berbagi gratis dengan sesama yang diberi nama “Omah Geprek Berbagi”.

Kegiatan bagi-bagi gratis produk ‘Omah Geprek’, khususnya di tengah masa pandemi ini, dilakukan setiap minggu sekali, yaitu pada hari Kamis atau malam Jumat.

“Program Omah Geprek Berbagi sasarannya adalah pelanggan setia ‘Omah Geprek’ maupun warga sekitar,” tutur Dasuki.

Bagi yang ingin mencipinya, kata dia, dipersilakan datang langsung ke lokasi outlet ‘Omah Geprek. Untuk outlet cabang Kecamatan Dungkek, yakni di dekat Puskesmas Dungkek, dan di sebelah barat Pasar Candi.

“Sedangkan untuk lokasi outlet cabang Batang-batang, yaitu di halaman Indomart Batang-batang dan di sebelah barat Puskesmas Legung,” tandasnya.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *