Bantuan Korban Meninggal Akibat COVID-19 di Sampang Tak Kunjung Cair

Bantuan Korban Meninggal Akibat COVID-19 di Sampang Tak Kunjung Cair
INTERAKTIF: Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos Sampang, Erwin Elmi Syahrial (Zainullah - Sinergi Sampang)

SAMPANG, SINERGI MADURA - Bantuan untuk korban meninggal akibat terpapar COVID-19 di Kabupaten Sampang, Jawa Timur tak kunjung cair.

Pasalnya, terdapat 12 orang yang meninggal akibat terpapar COVID-19 yang hingga kini masih belum menerima santunan korban bencana non alam dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Bantuan tersebut merupakan rekomendasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang yang kemudian diusulkan oleh Dinas Sosial setempat kepada Dinsos Jawa Timur.

Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos Sampang, Erwin Elmi Syahrial mengatakan, berdasarkan data Dinkes jumlah korban meninggal karena COVID-19 di Kabupaten Sampang berjumlah 12 orang yang telah diusulkan ke Dinsos Jatim.

Baca Juga: Modus Bantu Sang Kakek Jaga Parkir, Pria di Sumenep Nekat Curi Motor

"Data awal sebelumnya ada 10 ahli waris, tapi ada penambahan dua orang dan semuanya sudah kami usulkan," ujarnya kepada media ini, Kamis (21/1/2021).

"Usulan itu sebenarnya sudah masuk ke Kemensos, nanti disampaikan ke Dinsos Jatim. Jadi, pihak para ahli waris dari korban pandemi COVID-19 itu tinggal menunggu realisasi pencairan dananya," imbuh Erwin.

Walaupun demikian, hingga saat ini tidak ada pemberitahuan resmi terkait jadwal pencairan dari pemerintah pusat melalui Pemprov Jatim.

Adapun persyaratan yang sudah diusulkan, lanjut Erwin, yakni KTP, KSK, keterangan dari rumah sakit bahwa korban meninggal karena COVID-19. Selain itu juga dilampirkan surat keterangan dari Dinkes, surat keterangan dari desa yang diketahui Camat setempat dan surat keterangan kematian, termasuk juga buku rekening ahli waris.

"Proses pencairan dana satunan tersebut akan langsung di transfer ke rekening ahli waris masing-masing," bebernya.

Lebih lanjut Erwin, sesuai anjuran dari pemerintah pusat pihaknya saat ini menampung usulan baru sebanyak empat ahli waris korban meninggal akibat COVID-19. Nanti, usulan ahli waris tambahan tersebut akan disampaikan lagi ke Pemprov Jatim.

“Untuk pengusulannya masih kami tampung, mengingat hingga saat ini belum ada kepastian kapan pencairan bantuan tersebut dari Kemensos,” ungkapnya.

Pihaknya selalu berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur terkait belum cairnya bantuan bagi ahli waris.

“Karena masih banyak usulan pasien corona yang meninggal dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Timur. Jadi kami memohon agar semua ahli waris untuk bersabar sambil menunggu kabar dari Kemensos,” tukasnya. (zn/an/fd)


(*)