Pasang

Bayi Mogok Menyusu, Inilah Beberapa Penyebab yang Wajib Diketahui Bunda

  • Bagikan
Ilustrasi menyusui
Ilustrasi menyusui bayi. (haibunda.com)

TIPS, SINERGI MADURA – Bayi kadangkala mengalami nursing strike atau tidak mau menyusu lantaran ada sesuatu yang salah dalam tubuh bayi yang membuatnya merasa tidak nyaman ketika menyusu.

Jika hal ini terjadi, bisa sangat menguras emosi dan pikiran bagi Ibu yang ingin memberikan ASI eksklusif pada si jabang bayi.

Pasang

Meski melelahkan dan membuat stres, orang tua harus tetap sabar dan memberikan perhatian ekstra, sehingga bayi tetap sehat.

Sebagai orang tua, tentu saja Anda harus mencari tahu masalah dan solusinya agar bayi bisa kembali menyusu dan mendapatkan nutrisi yang dia butuhkan.

Sebenarnya sangat mudah untuk menyimpulkan alasan si bayi sedang tidak ingin menyusu. Biasanya durasi bayi untuk menolak menyusu berlangsung antara satu hingga lima hari, tetapi bisa juga menjadi lebih lama.

Dikutip Sinergi Madura dari berbagai sumber, berikut penyebab mogok menyusu pada bayi yang perlu Bunda ketahui.

1. Bayi sedang sakit

Bayi bisa memberikan sinyal dengan mogok menyusu untuk memberi tahu Anda bahwa ia sedang sakit atau merasakan hal tak nyaman pada tubuhnya.

Jika bayi tidak mau menyusu, bisa jadi ia sedang mengalami kolik, yakni rasa tidak nyaman karena kembung atau gangguan pencernaan.

Bayi yang akan tumbuh gigi biasanya mengalami berbagai masalah seperti infeksi telinga atau sariawan di mulutnya. Hal tersebut terasa menyakitkan bagi si bayi untuk menyusu.

Flu juga akan membuat bayi ogah menyusu. Ketika bayi terkena flu, merasa tidak enak badan, atau hidungnya tersumbat, akan membuatnya mungkin sulit untuk menyusu dan bernapas secara bersamaan.

Di samping itu, Anda juga perlu memeriksa mulutnya. Sebab ada kasus ibu yang menemukan potongan kecil kertas yang menempel di langit-langit atas mulut bayinya. Setelah kertas dikeluarkan dari mulut, bayi langsung menyusu dengan normal.

Baca Juga: Bunda Tak Perlu Panik, Ini 8 Cara Atasi Bayi Sering Nangis yang Tepat

2. Terdapat aroma asing atau rasa ASI berubah

Bayi bisa merasakan perubahan aroma pada ibu. Hal tersebut bisa saja membuat bayi menolak menyusu karena bau sang ibu berbeda.

Kemungkinan lain yang menyebabkan bayi enggan menyusu adalah berubahnya rasa ASI. Perubahan rasa ASI bisa diakibatkan oleh perubahan hormonal si ibu yang sudah mulai kembali menstruasi, mengonsumsi pil KB, atau makan-makanan tertentu yang bisa mengubah rasa ASI.

Tak hanya itu, bayi juga bisa sensitif terhadap penggantian sabun, perlengkapan mandi lainnya, atau parfum yang menyebabkan bau Anda berbeda. Cobalah menghindari semua parfum dan deodoran menyengat selama satu atau dua hari hingga bayi mau kembali ASI.

3. Bayi mengalami stres

Bayi juga bisa mengalami stres jika ada perubahan rutinitas atau jadwal menyusu. Untuk itu, cobalah untuk menjaga pola dan ritme rutinitas bayi senormal mungkin.

Apabila pasokan ASI berkurang atau menurun juga bisa membuat bayi merasa frustrasi sehingga membuatnya berhenti menyusu.

Selain itu, apabila bayi pernah yang menggigit puting dan reaksi Anda mengejutkannya, bisa jadi membuat bayi takut menyusu setelahnya.

Kadang kala bayi sangat mudah terdistraksi oleh hal sederhana sekalipun. Maka, hindari melakukan hal yang bisa mengagetkannya atau membuatnya tak nyaman.

4. Bayi tidak cocok dengan puting ibu

Jika buah hati tidak kunjung mau menyusu, mungkin saja ia tidak cocok dengan bentuk puting ibunya. Kebanyakan bayi tidak dapat menyusu dengan baik pada puting datar.

Bahkan, dalam beberapa kasus, ada bayi yang sulit untuk menyusu dengan puting yang normal juga. Pada bayi baru lahir, sering-seringlah menyusuinya agar bayi terbiasa dengan kondisi puting Anda.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *