Pasang

Bayi Sering Gumoh, Lakukan Cara Ini untuk Mengatasinya

  • Bagikan
Bayi Gumoh (Foto: Orami)
Bayi Gumoh (Foto: Orami)

TIPS, SINERGI MADURA – Seorang ibu akan bisa tahu apakah Si Kecil mendapatkan cukup ASI atau tidak, kala Ibu sedang proses menyusui bayi. Biasanya hal ini terlihat dari keadaan bayi yang gumoh.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), gumoh adalah aliran balik isi lambung ke dalam kerongkongan dan dikeluarkan melalui mulut yang berlangsung secara otomatis. Gumoh merupakan hal yang umum terjadi pada bayi sehabis menyusu.

Pasang

Bayi gumoh sehabis menyusu disebabkan keluarnya cairan susu yang baru saja ditelan. Selain itu, faktor lainnya adalah ukuran lambung yang masih sangat kecil. Dalam istilah medis, gumoh disebut refluks.

Disebutkan dalam jurnal Gastroesophageal Reflux in Children, biasanya akan memuncak pada usia 4 bulan. Tetapi kondisi ini bisa sembuh seiring berjalannya waktu.

Pada umumnya bayi sering gumoh sekitar 10 hingga 12 kali dalam sehari. Gumoh terkadang tidak keluar dalam jumlah muntahan yang banyak, namun hanya berupa tetesan yang mengalir dari mulut bayi.

Apabila Si kecil terganggu atau rewel terhadap payudara, barangkali ia akan menelan udara dan meludah lebih sering. Bisanya bayi lebih sering muntah di saat tumbuh gigi, mulai merangkak, atau memulai mencoba makanan yang padat.

Baca Juga: Orang Madura Harus Tahu, 8 Penyebab Kedutan Mata Kiri Bawah

Disebutkan dalam sebuah penelitian, jumlah gumoh yang dikeluarkan bayi pada umumnya terjadi sebagai berikut:

Biasanya gumuh sering terjadi pada bayi berusia 0-3 bulan, setidaknya hal ini terjadi satu kali sehari. Gumoh pada bayi biasanya memuncak ketika berusia 2-4 bulan.

Namun banyak bayi setelah berusia 7-8 bulan gumuhnya mulai berkurang. Bahkan, sebagian besar bayi sudah berhenti gumoh saat usianya menginjak 12 bulan.

Seorang ibu sangat penting untuk mengetahui cara mengatasi gumoh pada bayi dengan membaca penyebabnya terlebih dahulu.

Nah, bagaimana cara mengatasi gumoh pada bayi? Yuk kita simak tips di bawah ini:

1. Menyusui Si Kecil

Untuk mengatasi gumoh pada bayi salah satunya bisa dilakukan dengan menyusui bayi dengan jumlah yang tidak begitu banyak, akan tetapi lebih sering dilakukan.

Gumoh biasanya lebih jarang terjadi pada bayi yang sedang disusui, dibandingkan dengan bayi yang diberi susu formula.

Menyusui juga paling baik untuk bayi dengan refluks karena ASI akan meninggalkan perut Si Kecil jauh lebih cepat. Namun perlu diingat, jangan memaksa bayi untuk terus makan atau minum ASI apabila sudah terlihat kenyang.

Selain itu, pada saat menyusui bayi usahakan untuk membuat Si kecil duduk tegak setelah menyusu meskipun hanya sebentar. Sebab sangat membantu bagi proses pencernaan bayi.

2. Buat Bayi Bersendawa

Cobalah Anda untuk membuat Si Kecil bersendawa selama dan setelah menyusui untuk mengeluarkan udara yang berada di dalam perut bayi.

Adakalanya juga beberapa bayi yang disusui tidak perlu dipaksa bersendawa setiap menyusui, karena ia cenderung menelan lebih sedikit udara dari pada bayi yang diberi minum dengan botol susu.

Menghilangkan udara pada Si kecil juga dapat membuat lebih banyak ruang di perut bayi untuk melanjutkan menyusu.

3. Menyusui Bayi dengan Tenang

Cobalah untuk membatasi gangguan, kebisingan, dan lampu terang ketika Ibunya sedang menyusui. Biasanya pemberian makan yang lebih tenang dapat menghasilkan lebih sedikit gumoh pada bayi.

4. Jangan Menyusui Anak saat ASI Terlalu Penuh

Jika produksi ASI ibu atau persediaan ASI terlalu penuh, payudaranya akan terlihat membesar dan bengkak. Ini bisa membuat payudara Si ibu terasa penuh dan keras. sehingga membuat bayi kesulitan untuk menghisap puting dengan baik. Akibatnya, Si bayi akan menelan banyak udara saat ia sedang menyusu.

Lakukan untuk membantu bayi menyusu dengan posisi yang benar.

5. Hubungi Dokter Terdekat

Dalam kondisi tertentu, kadang gumoh pada bayi juga merupakan masalah yang cukup serius dan membutuhkan penanganan medis. Terutama ketika ibu menyadari Si Kecil sudah terlalu rewel, bahkan sangat rawan gumoh, barangkali Si kecil mengalami masalah refluks yang perlu ditangani dengan bantuan obat dari dokter.

Oleh karena itu, apabila menemui adanya gejala-gejala yang lebih serius dari gumoh yang biasa terjadi pada bayi, sebaiknya segera konsultasikan kepada dokter. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *