Pasang

BCM bersama Disperindag Pamekasan Gaet Pedagang dan IKM

  • Bagikan
BCM-bersama-Disperindag-Pamekasan-Gaet-Pedagang-dan-IKM
SESI PERTAMA: Sosialisasi Perundang-undangan tentang Cukai di Hotel Cahaya Berlian, Jalan Raya Panglegur, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan (Dokumen Sinergi Madura)

PAMEKASAN, SINERGI MADURA – Upaya untuk menekan peredaran rokok ilegal terus dilakukan oleh Bea Cukai Madura, bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pamekasan.

Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan, Pemerintah setempat bersama BCM kembali menggelar kegiatan sosialisasi Perundang-undangan tentang Cukai di Hotel Cahaya Berlian, Jalan Raya Panglegur, Kecamatan Tlanakan.

Pasang

Kegiatan ini dibagi menjadi dua sesi pelaksanaan. Sesi pertama dilaksanakan pada Kamis (23/9) pagi, lanjut sesi kedua pada keesokan harinya, Jumat (24/24/2021).

Pemateri terdiri dari perwakilan Disperindag, pejabat Bagian Perekonomian di lingkungan Setdakab Pamekasan dan dari Bea Cukai Madura sendiri.

Kepala Disperindag Kabupaten Pamekasan, Achmad Sjaifuddin, mengungkapkan, kegiatan ini diikuti para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) non tembakau. Total peserta dalam setiap sesi dibatasi hanya 50 orang.

Dengan rincian, 30 orang perwakilan IKM dan 20 perwakilan dari Pedagang Pasar Kolpajung, Pamekasan.

Achmad Sjaifuddin mengimbau agar para pedagang dapat turut mencegah penjualan rokok ilegal dengan cara menolak tawaran dari para distributor.

Baca Juga: Hujan Cukup Deras, Masyarakat Galis Tetap Antusias Hadiri Kegiatan Sosialisasi Cukai BCM

“Untuk para pedagang pasar atau kelontong diharapkan bisa bersama mencegah penjualan rokok ilegal yang ada jika ditawarkan oleh para distributor,” pesannya, melalui media ini, Kamis (23/9/2021).

Ia juga berpesan agar semua peserta nanti dapat menjadi influencer atau orang yang bisa mempengaruhi lainnya, terutama dalam terkait barang kena cukai dan barang terlarang lainnya secara aturan cukai.

“Sehingga ketika menjumpai hal ini bisa mengetahui lebih dini dan mencegah peredarannya. Sebab itu menyebabkan kerugian bagi masyarakat dan negera,” katanya.

Sementara itu, Perwakilan dari Bea Cukai Madura, Tesar Pratama, menjelaskan, bahwa cukai tersebut nanti akan kembali lagi kepada masyarakat melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau atau DBHCHT.

Dalam hal ini, pemerintah bersama Bea Cukai Madura menurutnya hanya menjadi pelayan negara dan rakyat, yakni bertugas mengumpulkan kemudian mengelola penerimaan negara tersebut dalam DBHCHT.

“Karena penerimaan negara juga bergantung dari penerapan cukai rokok yang kemudian dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat setempat melalui DBHCHT,” tuturnya

Di kesempatan itu, Tesar juga memaparkan soal pembangunan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT).

Pembangunan KIHT di Pamekasan menurutnya merupakan salah satu jawaban untuk meningkatkan kualitas dan mutu produk rokok lokal yang tepat dan efektif.

“Sebab di dalamnya sudah ada semua, mulai dari perijinan hingga uji laboratorium untuk pengusaha rokok di sana,” katanya.

Dengan begitu, industri rokok lokal menurutnya akan mengalami kemajuan setara dengan rokok pabrikan besar.

Sebelum menutup pembicaraan, Tesar menyampaikan harapan supaya para pelaku IKM mampu berada di garda terdepan untuk menguatkan upaya besar di atas demi kemajuan industri secara umum di Bumi Gerbang Salam. (adv)


(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *