Pasang

BCM dan Pemerintah Sepakat Wujudkan KIHT di Pamekasan

  • Bagikan
INTERAKTIF: Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan Cukai dan Dukungan Teknis, Ako Rako Kembaren dan Kabid Pembangunan dan Perlindungan Disperindag Pamekasan, Agus Wijaya saat Talkshow di JTV Madura, Kamis 22 Juli 2021 (Dokumen Sinergi Madura)

PAMEKASAN, SINERGI MADURABea Cukai Madura bersama Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur sepakat untuk mewujudkan pembentukan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Kesepakatan itu disampaikan oleh Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan Cukai dan Dukungan Teknis, Ako Rako Kembaren dan Kepala Bidang Pembangunan dan Perlindungan Disperindag Pamekasan, Agus Wijaya, saat menghadiri acara Talkshow di JTV Madura, Kamis (22/7/2021).

Pasang

Ako Rako Kembaren, saat talkshow mengatakan, bahwa sebesar 2% dari dana bagi hasil penerimaan cukai hasil tembakau di Indonesia akan digunakan untuk menyokong program pemerintah, yakni pembentukan KIHT di Kota Gerbang Salam, Pamekasan.

Nilai itu merupakan jumlah sementara sokongan yang akan disumbangkan tahun 2021 ini kepada pemerintah, “mengingat survei yang dilakukan oleh UGM tahun 2020 menunjukan rokok yang beredar di masyarakat sebesar 4,86%,” ucap Rako.

“Kerugian negara cukup besar dengan adanya rokok ilegal tersebut,” tukasnya menambahkan.

Dalam kesempatan yang sama, Agus Wijaya menyampaikan bahwa sementara ini perkembangan KIHT di Pamekasan, Madura, masih pada tahap uji kelayakan (feasibility study).

“Saat ini proses pembentukan KIHT Pamekasan sudah memasuki studi uji kelayakan,” ungkap Agus.

Kabid Pembangunan dan Perlindungan Disperindag Kabupaten Pamekasan itu lebih lanjut menjelaskan, bahwa salah satu tujuan pembentukan KIHT ini adalah untuk menekan angka peredaran rokok ilegal.

“Semoga dengan terwujudnya KIHT ini, ke depan akan dapat menekan angka peredaran rokok ilegal dengan menggunakan pendekatan preventif dan pembinaan,” jelasnya.

Sekadar untuk diketahui, pembangunan KIHT di kabupaten berjuluk Bumi Gerbang Salam ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada tahun 2022 mendatang.

“Kita bersama Bea Cukai Madura punya niat dan komitmen, semoga rencana (pembangunan KIHT, red) ini berjalan lancar dan benar-benar bisa terwujud,” pungkasnya penuh harap. (adv)


(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *