Pasang

BCM Gandeng Pemkab Pamekasan, Edukasi Masyarakat tentang Penggunaan DBHCHT

  • Bagikan
LUGAS: Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Madura, Zainul Arifin, bersama perwakilan Pemkab Pamekasan, saat mengahdiri talkshow (Dok. Sinergi Madura)

PAMEKASAN, SINERGI MADURA – Bea Cukai Madura kembali melakukan kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, dan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat untuk mengedukasi masyarakat tentang penggunaan alokasi anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

DBHCHT yang diterima oleh Pemkab Pamekasan akan dialokasikan pada berbagai sektor untuk mendukung program pembangunan termasuk pada sektor kesehatan.

Pasang

Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Madura, Zainul Arifin mengungkapkan, berdasarkan UU Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai dijelaskan bahwa pada dasarnya memang terdapat atau ada barang kena cukai karena mempunyai karakteristik salah satunya konsumsi barang yang harus dibatasi.

“Selain itu dirasakan menimbulkan efek negatif, sehingga untuk mengurangi konsumsinya dengan dikenai cukai. Termasuk produk hasil tembakau seperti produk rokok,” ungkapnya, Jumat (20/8) lalu.

Dikatakan dia, DBHCHT ini bisa digunakan untuk pembinaan sosial termasuk di bidang kesehatan, yang mana untuk tahun 2021 mendapatkan porsi sebanyak 254.

“Tiap tahun komposisinya berubah-ubah. Tahun 2020 penggunaan untuk bidang kesehatan sebesar 50x, tapi untuk tahun 2021 porsinya 254, yang nantinya akan diatur lebih lanjut oleh Kemenkes,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Setkab Kabupaten Pamekasan, Sri Puja Astuti menjelaskan bahwa porsi 254 di bidang kesehatan itu digunakan untuk kegiatan preventif, promotif dan kuratif.

“Contohnya seperti untuk mengurangi stunting, penyediaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana alat kesehatan, dan untuk pembayaran iuran BPJS,” tutupnya. (adv)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *