Pasang

BCM Urai 10 Poin Perubahan Peraturan Baru Rush Handling

  • Bagikan
LUGAS: Pelaksana Seksi PKCDT, Anggarda Ramdani, saat menyampaikan program peningkatan keterampilan pegawai (Dok. Sinergi Madura)

PAMEKASAN, SINERGI MADURA – Pelayanan segera (Rush Handling) adalah pelayanan kepabeanan yang diberikan atas barang impor tertentu karena karakteristiknya perlu segera dikeluarkan dari Kawasan Pabean.

Pemerintah melalui Bea Cukai memberikan peningkatan kepastian layanan Rush Handling dengan diterbitkannya PMK Nomor 74/PMK.04/2021 tentang Pengeluaran Barang Impor untuk dipakai dengan pelayanan segera (Rush Handling).

Pasang

Berkenaan dengan itu, Bea Cukai Madura mengadakan Program Peningkatan Keterampilan Pegawai (P2KP) dengan materi Rush Handling secara daring, Senin (16/8/2021).

Salah satu Pelaksana dari seksi PKCDT, Anggarda Ramdani bertugas menjadi pemateri pada acara tersebut. Pegawai yang akrab disapa Anggarda ini, menyebutkan 10 pokok perubahan yang diatur di dalam PMK tersebut.

“Pertama yaitu penggunaan sistem otomasi layanan. Kedua yaitu kriteria dan penambahan jenis barang. Sedangkan yang ketiga standardisasi permohonan dan layanan,” ungkap Anggarda.

Selain itu, perubahan keempat yakni tentang penyeragaman pemenuhan ketentuan lartas. Dan yang kelima tentang pengecualian atas penyerahan jaminan. Serta poin yang keenam adalah penggunaan manajemen risiko.

“Perubahan poin ketujuh yaitu tentang service level agreement (SLA) layanan. Kedelapan tentang pengesahan permohonan yang diperlakukan sebagai pemberitahuan pabean,” ungkapnya.

“Sembilan adalah jangka waktu penyelesaian rush handling dan sanksi layanan. Serta poin terakhir tentang penyelesaian barang eksep,” sebut Anggarda, menutup pembahasan.


(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *