Pasang

Bea Cukai Berikan Bocoran Penggunaan DBHCHT, Ini Daftarnya

  • Bagikan
SERIUS: Pemeriksa Bea Cukai Ahli Pertama, Tesar Pratama, saat menghadiri acara talkshow (Dok. Sinergi Madura)

PAMEKASAN, SINERGI MADURA – Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) diprioritaskan ke dalam beberapa hal untuk empat kabupaten di Madura, Senin (9/8/2021).

Pemeriksa Bea Cukai Ahli Pertama, Tesar Pratama menjelaskan, pihaknya telah menyampaikan ke masing-masing Pemkab di empat kabupaten di Pulau Garam, agar pemanfaatan sesuai dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 206/PMK.07/2020 tentang Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau.

Pasang

“Ketentuan ini mengatur tentang penggunaan dan persentase alokasi pemanfaatnnya, yakni untuk peningkatan kualitas bahan baku, pembinaan industri, pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi ketentuan di bidang cukai dan atau pemberantasan barang kena cukai ilegal,” ungkapnya, saat memberikan keterangan.

“Tentunya, dengan prioritas pada bidang kesehatan untuk mendukung program jaminan kesehatan nasional terutama peningkatan kuantitas dan kualitas layanan kesehatan dan pemulihan perekonomian di daerah,” sambung Tesar.

Ia mengungkapkan, kalau aggaran pemanfaatan DBHCHT ini berdasarkan pagu alokasi DBHCHT pada tahun anggaran berjalan ditambah sisa DBHCHT dengan ketentuan, 50 persen untuk bidang kesejahteraan masyarakat, 25 persen untuk bidang penegakan hukum, dan 25 persen untuk bidang kesehatan.

“Sedangkan pada pada bidang program peningkatan kualitas bahan baku untuk mendukung bidang kesejahteraan masyarakat, sesuai dengan ketentuan itu. Maka perlu digelar kegiatan antara lain pelatihan peningkatan kualitas tembakau, penanganan panen dan pascapanen dan atau berupa dukungan sarana dan prasarana usaha tani tembakau,” bebernya.

Sementara, pada program pembinaan lingkungan sosial untuk mendukung bidang kesejahteraan masyarakat, maka implementasi pelaksanaannya bisa dilakukan berupa pemberian bantuan, dan
peningkatan keterampilan kerja.

“Bentuknya bisa berupa bantuan langsung tunai kepada buruh tani tembakau dan atau buruh pabrik rokok, pembayaran iuran jaminan perlindungan produksi tembakau bagi petani tembakau atau subsidi harga tembakau,” jelasnya.

Pada kegiatan peningkatan keterampilan kerja, bentuknya bisa berupa pelatihan keterampilan kerja kepada buruh tani dan atau buruh pabrik rokok, bantuan modal usaha kepada buruh tani dan atau buruh pabrik rokok yang akan beralih untuk menjalankan usaha atau bisa juga berupa bantuan bibit, benih, pupuk dan atau sarana prasarana produksi kepada petani tembakau dalam rangka diversifikasi tanaman.


(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *