Pasang

Bea Cukai Madura Ajak Masyarakat Madura Kenali Ciri-ciri Rokok Ilegal

  • Bagikan
MUDA dan ENERGIK: Pemeriksa Bea Cukai Ahli Pertama, Tesar Pratama, saat mengikuti salah satu kegiatan daring sosialisasi DBHCHT beberapa pekan lalu (Ainur Rizky - Sinergi Pamekasan)

PAMEKASAN, SINERGI MADURA – Dukungan terhadap program ‘Gempur Rokok Ilegal’ yang terus dilakukan oleh Bea Cukai Madura tetap sangat dibutuhkan untuk kebaikan bersama.

Meningkatnya perolehan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau atau DBHCHT adalah salah satu impian yang harus terus diperjuangkan. Sebab, pendapatan DBHCHT dari masyarakat ini nanti akan kembali lagi untuk masyarakat.

Pasang

Dalam hal ini, pihak Bea Cukai Madura terus berupaya menebarkan informasi positif dan edukatif melalui berbagai program khusus yang dicanangkan, bahkan saat ini juga telah menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah di Madura.

Diwawancara di ruang kerjanya, Senin (2/8), dua orang punggawa Bea Cukai Madura, yakni Pemeriksa Bea Cukai Ahli Pertama, Tesar Pratama, dan Pelaksana Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan, Sufa Bigas, membeberkan pentingnya pengenalan ciri-ciri rokok ilegal kepada masyarakat luas.

Masyarakat Madura, khususnya Bumi Gerbang Salam, kata Tesar, harus mengenali betul ciri-ciri rokok ilegal sehingga, selain agar dapat membedakan rokok yang legal dan ilegal dengan mudah, pertumbuhan DBHCHT setiap tahun akan terus makin meningkat.

Tesar kemudian menyebutkan beberapa ciri rokok ilegal. “Yaitu rokok tanpa pita cukai (polos), rokok dengan pita cukai palsu, rokok dengan pita cukai bekas, dan rokok dengan pita cukai yang salah persolaisasi dan peruntukannya,” urainya kepada media ini.

Tesar lebih lanjut mengutarakan, bahwa saat pihak Bea Cukai Madura melakukan sosialisasi tentang ini kepada masyarakat, baik melalui media lokal Madura maupun regional Jawa Timur.

“Tujuannya tak lain agar masyarakat Madura mengenali benar ciri-ciri rokok ilegal dan apa itu manfaatnya untuk DBHCHT,” katanya.

Dalam beberapa kesempatan itu, lanjut Tesar, pihaknya bersyukur karena menurutnya kerap kali disambut baik dan penuh antusias oleh masyarakat Madura.

“Banyak yang mendukung dan menanggapi positif presentasi dari kami. Itu terlihat dari banyaknya pendengar dan audiens yang berpartisipasi baik melalui telepon maupun whatsapp kala itu,” akunya.

“Bea Cukai Madura tidak pernah berhenti mengedukasi masyarakat untuk terus bersama-sama turut andil mengurangi angka peredaran rokok ilegal,” ujar Sufa Bigas, meneruskan penjelasan Tesar.

Digalakkannya berbagai kegiatan edukasi ini, kata Sufa, diharapkan mampu menambah wawasan masyarakat terkait ketentuan di bidang Kepabeanan dan Cukai.

“Sehingga ke depan, output dari kegiatan ini dapat dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat Madura sendiri, khususnya masyarakat Pamekasan,” simpulnya.

“Mari saling bantu, saling menjaga dan dukung upaya Bea Cukai Madura untuk menekan peredaran rokok ilegal yang bisa merugikan negara ini,” ajaknya penuh harap.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *