Pasang

Begini Penjelasan Gus Qusyairi soal Rabu Wekasan

  • Bagikan
BERWIBAWA: Pengasuh Pondok Pesantren Sabilul Huda, Gadu Barat, Kecamatan Ganding Kiai Qusyairi Zaini (Dok. Sinergi Madura)

SUMENEP, SINERGI MADURA – Hari Rabu terakhir setiap bulan Safar atau yang akrab dikenal dengan Rabu Wekasan kerap diidentikkan dengan hari yang kurang baik.

Rabu Wekasan oleh masyarakat terdahulu diyakini dan dipercayai sebagai hari yang akan mendatangkan malapetaka, sehingga banyak orang takut untuk melakukan aktivitas di luar rumah.

Pasang

Lantaran dipercaya sebagai hari yang dapat mendatangkan malapetaka atau nahas, sebagian masyarakat Madura pada umumnya juga percaya terhadap penjelasan ini.

Menanggapi hal itu, salah satu tokoh muda NU Sumenep, Kiai Qusyairi atau yang akrab disapa Gus Qusyairi mengatakan bahwa Rabu Wekasan sama seperti hari-hari lainnya.

Baca Juga: Pemkab Sumenep Bakal Mutasi 14 Pejabat Struktural di Lingkup OPD

Hal ini sesuai dengan Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ إِنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم: قَالَ لَا عَدْوَى وَلَا صَفَرَ وَلَا هَامَةَ. رواه البخاري ومسلم

“Tidak istilahnya ada penyakit menular dan hari Shafar yang nahas serta lainnya, tapi Rasulullah tetap menganjurkan kita untuk tetap ikhtiar secara zahir,” katanya, saat ditanya media ini, Rabu (6/10/2021).

Terlebih, lanjut Pengasuh Pondok Pesantren Sabilul Huda, Gadu Barat, Kecamatan Ganding ini, percaya terhadap sesuatu yang tidak diatur dalam agama adalah takhayul. Hal ini jelas ditolak oleh para Ulama sebab dalam Islam itu tidak ada waktu nahas.

Dengan demikian, untuk menetralisir kepercayaan masyarakat yang sudah mengakar tentang Hari Rabu Wekasan, maka para ulama menganjurkan masyarakat agar membaca doa dan memperbanyak salawat.

“Misalkan, kalau tidak keliru, kitab karya Syaikh Abdul Hamid Al-Makki, Kanzun al-Najah wa al-Surur, di situ ada doa yang dianjurkan di bulan Shafar,” tegas kiai muda ini.

“Lagian hari Rabu sendiri, di kitab Ta’lim Mutaallim sabda Nabi Muhammad jelas mengandung banyak keberkahan, termasuk hari yang bagus,” tandasnya.


(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *