Berlibur Akhir Pekan di Sungai Kalibendo, IRT Meninggal Tersapu Banjir

Berlibur Akhir Pekan di Sungai Kalibendo, IRT Meninggal Tersapu Banjir
NAHAS: Linda Swantika (32) meninggal tersapu banjir Sungai Kalibendo Banyuwangi saat berwisata bersama keluarga besarnya (Tangkapan layar video amatir)

BANYUWANGI, SINERGI MADURA - Nasib nahas menimpa keluarga besar Mario Wahyudi Oktavian (38). Agenda libur di akhir pekan ke Sungai Kalibendo bersama keluarga besarnya harus menjadi kesempatan terakhir Wahyudi untuk melihat istrinya, Linda Swantika (32).

Ibu anak tiga yang tinggal di Jalan Losari Kelurahan Kepatihan, Banyuwangi tersebut meninggal terseret banjir sejauh 200 meter, Minggu (29/11), sekitar pukul 13.00 WIB.

Salah satu dari tiga saksi mata, Dayat (38), menceritakan, sekitar pukul 12.00 satu keluarga yang datang untuk rekreasi tersebut mandi di Sungai Kalibendo yang terletak di Desa Karangayar Kecamatan Glagah, Banyuwangi.

Berselang setengah jam kemudian, Dayat bersama dua temannya, Heri dan Asral yang berprofesi sebagai Satpam Perkebunan mengingatkan korban yang sedang asyik mandi di bawah jembatan Kalibendo untuk segera naik ke permukaan karena saat itu sedang hujan.

"Biasanya kalau hujan sering terjadi banjir. Setelah itu saya dan tiga teman saya kembali ke Pos Pengaman," ujar lelaki warga asal Desa Kalibendo ini.

Sekitar pukul 13.10 WIB, Dayat mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada orang terseret banjir di Sungai Kalibendo. Berbekal informasi tersebut, Dayat bersama Heri dan Asral serta masyarakat setempat langsung menuju lokasi untuk memastikan dan memberikan pertolongan.

Baca Juga: Lava Mengalir Dari Kawah Jonggring Saloko, Aktivitas Gunung Semeru Meningkat

​​​​​Tiba di lokasi, berjarak 10 meter dari Pos Pengaman, Mario Wahyudi Oktavian bersama dua anaknya, Kenzie Jagat Tirta dan Almeera Raisa Hamum yang masih belia berhasil mereka selamatkan. Sedangkan istrinya ditemukan telah meninggal terseret banjir sejauh 200 meter.

Dari usaha penyelamatan itu, masih ada satu korban hilang bernama Raden Adipati Wirabumi yang baru berusia satu tahun tiga bulan.

Kabar terkini, akibat kencengnya arus Sungai Kalibendo, pencarian korban hilang masih dihentikan.  untuk sementara waktu sampai arus sungai tersebut kembali normal.

Kapolsek Glagah AKP Imron, sebagaimana dilansir sinergijatim.com, mengatakan, pihaknya bersama masyarakat setempat telah melakukan pencarian korban  dengan cara menyisir sepanjang sungai Kalibendo.

"Bahkan, beberapa warga juga menyelam di sekitar lokasi air terjun," terang dia. Namun hingga petang, Raden Adipati Wirabumi belum berhasil ditemukan. Pihaknya memutuskan harus menghentikan sementara pencarian korban karena kondisi yang tak memungkinkan.

“Lebih baik kita hentikan, karena medannya berat, kemudian jalannya licin dan gelap. Batu besar di aliran sungai juga banyak serta aliran airnya cukup terjal,” ungkapnya kepada jurnalis Sinergi Jatim, Minggu (29/11) sore.

“Mudah-mudahan bisa segera ditemukan. Insyaallah besok pencarian akan dilakukan lagi,” imbuhnya. (us/md/fd)


(*)