BOS Disoal, Aktivis Pamekasan Demo Disdik

BOS Disoal, Aktivis Pamekasan Demo Disdik
PROTES: FKMPP saat menggelar aksi di depan kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan (Ainur Rizky - Sinergi Pamekasan)

PAMEKASAN, SINERGI MADURA - Puluhan aktivis yang tergabung dalam Forum Kajian Mahasiswa dan Pemuda Pamekasan (FKMPP) menggelar unjuk rasa di depan kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kamis (21/1/2021).

Kedatangan pada aktivis ini untuk menyoal dugaan penyimpangan bantuan operasional sekolah (BOS) di beberapa lembaga pendidikan dari tingkat SD hingga SMP sejak 2018-2020.

Dalam orasinya, pada demonstran meminta pihak dinas segera mengevaluasi kinerja pengawas sekolah yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Tak hanya itu, massa aksi juga meminta dinas agar mengganti para pengawas.

Korlap aksi, Umar Faruq meminta dinas turun ke bawah bersama inspektorat untuk mengkroscek langsung tentang ketersediaan buku dan SPJ tahun 2018-2020 di lingkungan sekolah se-Kabupaten Pamekasan.

Baca Juga: Tak Bermasker, Tim Satgas COVID-19 Sumenep Sanksi 68 Pengendara

"Kami minta agar ada langkah hukum apabila ada indikasi di bawah terhadap beberapa persoalan ini," pintanya.

Alumnus UIM itu juga mengancam kepada pihak dins, apabila dalam kurun waktu 5 hari belum ada evaluasi, maka data hasil investigasi FKMPP akan diserahkan kepada penegak hukum.

"Kami tidak main-main, kami akan terus mengusut tuntas terkait adanya dugaan penyalahgunaan dana BOS yang ada di Kabupaten Pemekasan hingga ke ranah hukum," kecamnya.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Pamekasan, Akhmad Zaini menyatakan, pihaknya masih akan melakukan kajian internal perihal persoalan tersebut. Selanjutnya, dirinya berjanji akan menindaklanjuti dengan cepat apabila dugaan tersebut benar.

"Dalam bulan ini akan kami telusuri ya," singkatnya di hadapan massa aksi.

Soal permintaan massa aksi untuk menandatangani permintaan mereka, Zaini mengaku tidak bisa. Sebab, kasus ini juga berkaitan dengan instansi lain seperti inspektorat dan lain sebagainya. (rz/an/fd)


(*)