Buka Usaha Pernak-pernik Swarovski di Bangkalan, Pelanggan dari Mulan Jameela hingga Konsumen Tingkat Asia

Buka Usaha Pernak-pernik Swarovski di Bangkalan, Pelanggan dari Mulan Jameela hingga Konsumen Tingkat Asia
Bros dan tasbih elektronik buatan Mydnayra (Sri Astutik - Sinergi Bangkalan)

BANGKALAN, SINERGI MADURA - Pengusaha pernak-pernik Swarovki di Bangkalan, Jawa Timur ini berhasil memasarkan kreativitasnya hampir ke seluruh kawasan di Indonesia hingga bahkan ke luar negeri.

Ika Nirmala Damayanti, pemilik 'Toko Mydnayra' yang hanya fokus menjual perhiasan bros dan tasbih di Blega, Bangkalan, Jawa Timur ini mengaku telah menekuni kerajinan manik swarovski sejak belasan tahun silam.

Nama toko manik itu merupakan gabungan dari nama buah hatinya, Nayla dan Nara. Kini juragan manik yang akrab dipanggil Irma ini telah mempekerjakan 2 orang karyawan di rumahnya. Dalam sehari, kata dia, dua karyawannya mampu memproduksi belasan lusin bros cantik dari manik swarovski.

"Sehari itu banyak. Kita kan juga ada reseller-reseller, reseller kita banyak. Jadi kita kadang (kirimkan, red) ke satu reseller saja itu bisa selusin lebih," ungkap Irma, saat ditemui di kediamannya, Sabtu (28/11/2020).

Ia mengutarakan, selain dipasarkan di kecamatan setempat, usaha kerajinan manik swarovski yang ia geluti rupanya telah dipercaya oleh konsumen dari berbagai daerah di Indonesia bahkan di tingkat Asia.

"Kalau kirimnya di seluruh Indonesia, paling jauh Papua. Luar negeri ada, (seperti) Selandia Baru, Malaysia, Singapura," sebutnya.

Selain bros, Irma juga membuat tasbih elektronik dengan balutan manik swarovski. Sehingga selain dapat difungsikan untuk berdzikir, konsumen dapat mengenakannya di baju pesta atau gaun lain saat hendak pergi ke kondangan sehingga tampil lebih memukau. "Cantik ala wanita syar'i dan juga elegan saat dipandang," ucapnya.

"Ada tasbih, ini juga lagi (proses) happening. Jadi biasanya ibu-ibu yang pake syar'i itu juga seneng pake ini. Mereka ngaku seneng karena warnanya juga banyak macemnya. Biasanya sesuai permintaan, mau warna apa aja," bebernya.

Baca Juga: Mengenal Nasi Goreng Cumi Tante Joy, Lezat dan Bersahabat


Ika Nirmala Damayanti saat diwawancara di rumah produksi Mydnayra (Sri Astutik - Sinergi Bangkalan)

Irma mengatakan, bahan manik yang diproduksinya ia beli dari pengusaha swarovski yang berbadan hukum. Sebab, dirinya tak ingin pelanggannya kecewa hanya karena bahan manik yang hendak mereka beli terbuat dari bahan yang palsu.

"Kalo bahan kita ambilnya di swarovskinya. Ada toko khusus yang jual Swarovski, Swarovski Indonesia itu ada. Jadi ga bisa kita beli di toko yang tidak ada sertifikatnya. Takutnya kan palsu, kasihan orang belinya udah mahal," katanya.

Walaupun harga yang dibandrol untuk satu bros atau tasbih elektronik ini bisa dibilang fantastis, namun dalam setiap harinya ia mengaku terus diserbu oleh konsumen. "Harga kita bandrol mulai dari Rp 750 ribu sampek yang nilainya jutaan rupiah," sebut dia.

Biasanya, tutur dia lebih lanjut, konsumennya adalah golongan masyarakat dengan ekonomi tingkat menengah ke atas. Mulan Jameela, adalah salah satu artis yang pernah membeli bros dan tasbih manik swarovski buatannya.

Selain istri Ahmad Dani dan para ibu rumah tangga, mayoritas konsumen yang menjadi pelanggannya adalah kalangan selebgram dan perempuan milenial. "Rata-rata menengah, artis ada Mulan Jameela, selebgram ya juga banyak," ujarnya.

Anis, salah satu karyawan dari 'Rumah Bros Mydnayra' mengatakan, tingkat kesulitan pengerjaan bros atau tasbih manik swarovski ini bergantung pada permintaan konsumen. Kalau tidak terlalu ribet, durasi proses pembuatan biasanya butuh waktu beberapa menit saja.

"Selama ini paling dua sampai tiga hari ya, tergantung mood. Kalau cuma ngerangkai-ngerangkai beberapa menit udah kok," ucapnya.

"Paling sulit itu kalau costumer request-nya yang aneh-aneh itu ya, sampe bingung mendeskripsikan seperti apa," imbuhnya.

Sementara dari sisi tingkat kesulitan cara merangkai menurutnya adalah pada saat menentukan model utama atau bangunan kepala bros. 

"Paling susah merangkai kepala bros Swarovski, kesulitannya ada," katanya. (sa/md/fd)