Pasang

Bukan Masjid Jamik yang Pertama, Ini Urutan 3 Masjid Tertua di Sumenep Madura

  • Bagikan
Masjid Agung atau Masjid Jamik Sumenep Madura (Instgaram @phie_da)
Masjid Agung atau Masjid Jamik Sumenep Madura (Instgaram @phie_da)

BUDAYA, SINERGI MADURA – Sejumlah media memberitakan bahwa Masjid Jamik atau Masjid Agung, Sumenep, Madura masuk dalam 10 daftar masjid tertua di Nusantara, Indonesia.

Masjid dengan arsitektur khas Nusantara tersebut dibangun pada tahun 1779 hingga 1787 Masehi oleh keluarga keraton, tepatnya pada masa pemerintahan Pangeran Natakusuma 1 atau Panembahan Somala, penguasa Sumenep ke-31 yang memimpin hingga abad ke-18.

Pasang

Dalam pengerjaannya, Kanjeng Tumenggung Ario Anggadipa menunjuk seorang arsitek Cina, sehingga arsitektur bangunan Masjid Jamik pun berdiri dengan corak kebudayaan Tiongkok, Eropa, Jawa dan Madura.

Masjid Laju (Foto: Focusmadura)

Jauh sebelum berdirinya Masjid Jamik, Kanjeng Tumenggung Ario Anggadipa, penguasa Sumenep ke-21, telah mendirikan sebuah masjid yang diberinama Masjid Laju.

Lokasi Masjid laju ini terletak tepat di seberang utara Rumah Dinas (Rumdis) Bupati Sumenep, Jln. Jenderal Sudirman, Kelurahan Pajagalan.

Masjid Brungbung

Bisa disimpulkan, bahwa masjid tertua sebelum Masjid Jamik adalah Masjid Laju yang dibangun Kanjeng Tumenggung Ario Anggadipa.

Baca Juga: Kisah Raden Segoro, Keturunan Ningrat yang Terbuang di Madura

Namun demikian, salah seorang pemerhati sejarah di Sumenep, R.B. Muhlis, sebagaimana dilansir sumenepkab.go.id, mengatakan, masjid tertua di Sumenep sebelum Masjid Laju dan Masjid Jamik adalah Masjid Brungbung yang terletak di Desa Lombang, Kecamatan Batang-batang.

Masjid Brungbung merupakan masjid sepuh. Jauh sebelum berdirinya Masjid Jamik Keraton Sumenep,” kata R.B. Muhlis, kepada jurnalis sumenepkab.go.id, Jumat (26/06/2020).

Masjid Brungbung diperkirakan telah dibangun pada awal abad ke-17 Masehi.

Disebutkan, Masjid Brungbung adalah peninggalan dari cucu keturunan Syeikh Baidhawi Katandur, yaitu Kiai Pangolo Brungbung (penghulu Brungbung).

“Kiai Pangolo Brungbung adalah putra Kiai Khatib Paddusan,” timpal pemerhati silsilah di Sumenep, RB. Ja’far Shadiq, dikutip dari situs resmi Kabupaten Sumenep.

Dalam naskah kuno Silsilah Keraton Sumenep, disebutkam, Kiai Khatib Paddusan adalah satu dari tiga putra Pangeran Katandur.

Kondisi Masjid Brungbung ini masih terawat dengan baik sehingga sisa-sisa bangunan kuno di dalamnya masih dapat disaksikan hingga kini.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *