Pasang

Bupati Pamekasan Berikan Honor kepada Puluhan Penjaga Makam, Ini Besarannya

  • Bagikan
Bupati Pamekasan Berikan Honor kepada Puluhan Penjaga Makam, Ini Besarannya
PEDULI: Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, saat merangkul salah satu penjaga makam (Dok. Sinergi Madura)

PAMEKASANSINERGI MADURA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur memiliki kepedulian tinggi terhadap para penjaga makam. Itu dibuktikan dengan pemberian honor sebesar Rp 350 ribu setiap bulan.

Bupati Pamekasan, Baddrut Taman, melalui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan, Akhmad Zaini mengungkapkan, penerima insentif khusus penjaga makam tersebut sebanyak 35 orang sesuai dengan data yang ada. Mengingat, tidak semua makam di daerahnya terdapat petugas penjaganya.

Pasang

“Kan tidak semua makam dijaga, yang dijaga itu misalnya seperti Asta Rabah, Asta Bagandan, Asta Ronggosukowati, asta Batu Ampar dan lain-lain. Hanya sebagian yang dijaga, itu kita kasih gaji perbulan,” ungkapnya, Kamis (16/9/2021).

Menurutnya, pemberian gaji untuk para penjaga makam tersebut sesuai janji politik Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam yang akan memberikan insentif bagi mereka. Sebab, selama ini mereka tidak pernah mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah.

“Gajinya memang sedikit, tetapi itu kan tidak dijaga 24 jam, hanya kadang menyapu pagi saja, setelah itu pulang. Ini bentuk perhatian dan apresiasi dari pemerintah daerah,” tegasnya.

Mantan Kabag Kesra Pemkab Pamekasan ini menegaskan, program itu sudah terealisasi sejak tahun 2019 yang dananya bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

“Kita mengapresiasi, memberikan penghargaan bagi mereka atas pengabdiannya terhadap situs, para tokoh yang ada di Pamekasan,” ungkapnya.

Pihaknya ingin memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga situs bersejarah yang telah berkontribusi besar terhadap berdirinya Kabupaten Pamekasan.

“Artinya kita ingin menyampaikan pesan bahwa tokoh-tokoh yang memiliki peran penting di Pamekasan itu dihargai. Jangan dilihat nominalnya, tapi bagaimana pemerintah memberikan apresiasi. Karena pemerintahan sebelumnya tidak, itu murni saat pemerintahan Bapak Bupati Baddrut Tamam,” tegas Zaini. (adv)


(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *