Pasang

Bupati Pamekasan Launching Pendistribusian Air Bersih

  • Bagikan
Bupati Pamekasan Launching Pendistribusian Air Bersih
KOMPAK: Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, bersama jajaran Forkopimda saat menghadiri acara pendistribusian air bersih (Dok. Sinergi Madura)

PAMEKASANSINERGI MADURA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur mulai mendistribusikan air bersih kepada masyarakat  terdampak kekeringan musim ini, Senin (13/9) kemarin.

Pelepasan armada air bersih untuk daerah terdampak kekeringan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam didampingi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Mandhapa Aghung Ronggosukowati.

Pasang

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam menyampaikan, distribusi air bersih kepada masyarakat rutin dilakukan setiap tahun. Haya saja, jumlah daerah terdampak kekeringan tahun ini berkurang apabila dibandingan dengan tahun sebelumnya.

“Hampir setiap tahun kita melakukan hal seperti ini, cuman yang membedakan tahun ini ada progres positif yang telah kita lakukan. Program bantuan air bersih untuk seluruh elemen masyarakat ini sekarang alhamdulillah sudah mulai berkurang,” kata Bupati, saat memberikan sambutan.

Menurunnya jumlah daerah terdampak kekeringan itu menjadi indikasi kesuksesan pemerintah melaksanakan program mengurangi angka kekeringan. Termasuk program pasimas atau program andalan pemerintah di dalam penyediaan air minum dan sanitasi bagi masyarakat pedesaan melalui pendekatan berbasis masyarakat.

Baca Juga: Begini Penjelasan Kepala Diskominfo Pamekasan soal DBHCHT

“Kalau progresnya bertambah berarti kerja pasimas serta pengeboran, dan pipanisasi yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir ini gagal. Alhamdulillah dari tahun ke tahun volume pengiriman air ke beberapa desa terus berkurang,” tegas Baddrut.

Berdasarkan data yang diterima, terdapat 44 dusun pada musim ini terentas dari kekeringan dari 263 dusun. Tentu, pihaknya ikut bersyukur atas capaian luar biasa itu, karena air merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat yang harus terpenuhi.

“Data yang saya terima, dari tahun pertama tahun 2018, ada 77 desa yang masuk kategori kekeringan, tahun ini sudah 73 desa, artinya ada 4 desa yang sudah tuntas menyelesaikan kekeringan. Dari jumlah itu, Ada 44 dusun yang sudah terentas dari kekeringan dari 263 dusun, artinya progresnya semakin positif,” bebernya.

Bupati yang akrab disapa Mas Tamam itu menambahkan, kesuksesan suatu program itu tidak lepas dari kerja sama seluruh elemen, tidak bisa hanya dilakukan satu orang saja, melainkan harus bersama-sama dan sesuai dengan tugas pokoknya.

“Kerja pemerintahan ini tidak bisa tunggal, dari satu elemen, fungsi dan tugas yang lain saling terikat,” jelasnya.

“Sering saya sampaikan, seperti mobil, mesinnya bagus, bannya gembos tidak bisa jalan, mesin bagus, bannya bagus, tapi ada elemen lain yang fungsinya menggerakkan tidak berfungsi, juga tidak bisa jalan. Keseluruhannya itu tidak ada yang lebih mulia diantara satu dengan yang lainnya itu sama,” imbuh Baddrut.

Untuk itu, pihaknya berharap para petugas pengantar air yang mempunyai tugas mulia ini bisa sabar dan ikhlas melayani masyarakat. Sehingga kerja yang dilakukan bernilai ibadah di sisi Allah SWT.

“Diantara satu elemen dan elemen lainnya bekerja sama, padu untuk sampai di tujuan kita. Tujuan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh elemen masyarakat,” harap politisi muda PKB. (adv)


(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *