Pasang

Bupati Pamekasan Minta Sentra PKL Segera Rampung

  • Bagikan
FOTO BERSAMA: Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam bersama PKL sambil memegang salah satu produk UMKM setempat (Dokumen Sinergi Madura)

PAMEKASAN, SINERGI MADURA – Bupati Baddrut Tamam meminta kepada organisasi perangkat daerah (OPD) setempat agar segera merampungkan pembangunan ‘Sentra Pedagang Kaki Lima’ yang berlokasi di Jalan Kesehatan, tepat di bekas Pasar Gurem, Desa Teja, Kecamatan Kota, Pamekasan.

Permintaan itu disampaikan saat pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat administrator di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Selasa (10/8/2021) siang.

Pasang

“Saya memohon ada beberapa target yang ingin kita capai, pembangunan sentra PKL yang dirancang mulai tahun 2020,” ucapnya saat menyampaikan sambutan di hadapan para pejabat.

Tokoh muda Nahdlatul Ulama ini kemudian menyampaikan bahwa Pamekasan akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXIX tahun ini. Ia ingin menunjukkan kepada peserta dari sejumlah daerah akan keberadaan lokasi pasar yang menjadi sentra PKL di Bumi Gerbang Salam yang bersih dan nyaman di mata.

“Mudah-mudahan MTQ 2021 bisa terlaksana di kabupaten ini. Mudah-mudahan tidak virtual. Maksud saya, sentra PKL ini kita tunjukkan kepada masyarakat,” pesannya.

Bupati mewanti-wanti kepada para pejabat dan aparatur sipil negara (ASN) secara umum untuk bekerja maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sebab, kata dia, segala kebutuhan hidup ASN sudah ditanggung oleh negara.

Dirinya mempersilakan kepada pejabat dan ASN yang ingin mendiskusikan tentang kemajuan Pamekasan. Karena sistem kepemimpinan yang tidak berjarak dengan siapapun menurutnya akan membuat segala persoalan dapat terselesaikan dengan baik.

“Yang mau bekerja sungguh-sungguh, ayo kita diskusi bareng bareng. Saya ini bupati swasta, nggak usah terlalu negeri,” ujarnya sambil berguyon.

Baginya jabatan bukanlah segala-galanya melainkan sebagai alat perjuangan, alat pengabdian dan wahana untuk membawa Kabupaten Pamekasan berdaya saing dengan kabupaten maju lain di Indonesia.

Sebab itu, ia berharap agar pejabat di lingkungan Pemkab Pamekasan agar menyadari pentingnya waktu dalam menjalankan semua program yang telah dirancang. Pejabat yang sengaja memperlambat realisasi program, kata dia, maka itu adalah bentuk pengkhianatan kepada pemimpin, kepada bangsa dan negara.

“Para kabid ini harus taat kepada kepala dinas, karena ketidaktaatan kepada pimpinan adalah bentuk pengkhiatan. Misalnya, untuk rencana sentra PKL tuntas tahun ini. Tapi lemot, itu bagian dari pengkhianatan, karena menghambat kinerja,” tegas Bupati Pamekasan.

Baginya setiap detik harus benar-benar bernilai, karena jika sampai kehilangan satu detik saja dalam kerja menurutnya kita akan kehilangan momentum yang tak mungkin dapat diulang kembali.

“Kalau lambat dilaksanakan, bisa kehilangan momentum. Kalau kehilangan momentum seperti orang mau buka puasa, disiapkan pukul 21.00 WIB. Meskipun menunya nikmat, tapi momentumnya sudah lewat, orang sudah berbuka puasa. Sehingga harus sadar momentum dan sadar waktu,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *