Pasang

Coba Sarapan Khas Bangkalan Madura: Nasi Serpang!

  • Bagikan
Nasi Serpang (Moh Sainuddin - Sinergi Bangkalan)
Nasi Serpang makanan khas Bangkalan (Foto: Moh Sainuddin - Sinergi Bangkalan)

KULINER, SINERGI MADURA – Jika Anda kebetulan lewat atau melintas di Jalan Ki Lemah Duwur Desa Sabiyan Kecamatan Kota Bangkalan, ada baiknya Anda mampir sebentar, coba sarapan khas Bangkalan, Madura yang satu ini.

Nasi serpang namanya. Kuliner khas Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur ini adalah sarapan yang telah turun-temurun jadi primadona di kalangan masyarakat Madura selain sate dan nasi bebek.

Pasang

Sangat cocok untuk sarapan pembuka di pagi Anda. Sajiannya memang terlihat sangat sederhana, namun porsi nasinya yang hanya sebesar kepalan tangan, dengan hiasan lauk-pauk nan beragam, yakin akan membuat lidah Anda ingin segera mencobanya.

Nasi hanya sebatas pelengkap, sementara lauk-pauknya lah yang bikin selera Anda akan tergugah untuk segera menyantapnya.

Lauk-pauk nasi serpang terdiri dari pepes tongkol, kerang, telur asin, dendeng sapi, soun, peyek kacang, peyek udang, serundeng, sambal terasi, kulit sapi dan, tentu yang bikin tambah ngiler adalah, tedengan kuah santannya yang lembut kecoklatan.

Salah satu penikmat nasi serpang, Agus, mengaku doyan dan rutin sarapan pagi di warung Bu Romlah, penjual nasi serpang yang sudah turun-temurun sejak nenek buyutnya.

“Pas porsinya, tidak terlalu banyak dan tidak pula sedikit. Pokoknya pas lah untuk mengganjal perut waktu pagi, sebelum beraktifitas,” ujar Agus, saat ditemui di warung Bu Romlah.

Menurutnya, keistimewaan nasi serpang, selain sajiannya yang tampak cantik dan imut, adalah karena pilihan lauk yang dapat dipesan langsung oleh si pembeli kepada si penjual sesuai selera masing-masing.

“Ya, tapi kalau belinya langsung di warung kayak gini. Kalau belinya di pinggir jalan, itu kan dah bungkusan, porsinya jelas sama semua, dan nggak bisa pilah-pilih ikan,” katanya.

“Tapi saya kira itu juga dah mantep, kok. Pilihan ikannya kan banyak, kalau nggak suka telor misalnya, ya tinggal disisihkan aja ke pinggir,” imbuhnya.

Soal rasa, tutur dia, nasi serpang boleh ditanding dengan kuliner khas kabupaten lain. Lauk dan bumbunya yang cukup beragam membuat rasanya pas di lidah semua orang.

“Ada rasa asin dari telor asin, ada rasa manis dari kerang, dan kuah santan yang gurih. Komplit lah pokoknya,” pungkas Agus.

Romlah, si pemilik warung mengungkapkan, sejak buka pada pagi pukul 06.00 hingga pukul 16.00 WIB, biasanya porsi nasi serpang yang habis terjual kurang lebih 50 porsi.

“Bukanya jam 6 pagi sampai 4 sore, Mas. Yang kejual rata-rata 50 porsi, lain pesanan yang dikirim ke pelanggan,” aku Romlah.

Harga satu porsi nasi serpang, kata dia, berkisar antara Rp 10.000 hingga Rp 15.000. Walaupun agak mahal, tapi sekali Anda pernah mencobanya, dijamin akan penasaran dan ingin kembali mencicipnya, lagi dan lagi.

Tak perlu cemas. Bagi Anda yang belum tahu di mana letak Desa Sabiyan tempat nasi ini dijual, Anda bisa mendapatkan sarapan nan kaya dengan lauk-pauk ini di sepanjang pinggir jalan Kota Bangkalan.

“Yang jual nasi serpang banyak, tidak hanya di warung atau rumahan, di pinggir jalanan kota sana juga banyak kok yang jualan kayak gini. Dibungkus, dijajakan,” terangnya mengakhiri pembicaraan.


(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *