Darurat Corona, 8 Warga Bangladesh ke Kangean Sumenep

Darurat Corona, 8 Warga Bangladesh ke Kangean Sumenep
8 warga Bangladesh saat diperiksa di Pelabuhan Pelindo III Kalianget (Foto/Dok Polres for Sinergi Madura)
Darurat Corona, 8 Warga Bangladesh ke Kangean Sumenep

Sumenep, Sinergi Madura - Seperti dilansir dari Tempo.co, Indonesia kini masuk dalam tahap Siaga I Covid-19.

Hal itu disampaikan oleh Persiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo bahwa per hari ini, Minggu (15/3), seluruh Kepala Daerah diimbau untuk bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pakar medis setempat untuk menentukan status daerah siaga darurat atau tanggap darurat bencana non alam.

Berkaitan dengan itu, tadi pagi (15/3) sekitar pukul 09.10 WIB, 8 warga Bangladesh tiba di Pelabuhan Pelindo III Kalianget. Menurut keterangan dari Kasubbag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti S, mereka adalah anggota Jamak Tabligh yang hendak menuju Pulau Kangean.

"Ya, itu dalam rangka dakwah ke Kangean," ungkap Widiarti kepada Sinergi Madura, Minggu (15/3) malam.

Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, atau khawatir di antara mereka ada yang terjangkit Covid-19, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Sumenep AKBP Deddy Supriadi didampingi Tim Satuan Sabhara, PJU Polres, Sekda Sumenep Edy Rasiadi, Staf Imigrasi Pamekasan Kusnan, Kadis Kesehatan Agus Molyono, Direktur RSUD Sumenep dr Erliyati, melakukan pemeriksaan terhadap 8 orang warga Bangladesh, Minggu (15/3/2020).

Kapolres Deddy bersama para pendampingnya melakukan pemeriksaan dan memastikan kelengkapan surat-surat mereka, beberapa diantaranya yaitu paspor dan terutama kesehatannya, mengingat saat ini Pemerintah Pusat telah memberikan imbauan darurat virus corona atau Covid-19 secara Nasional.

Hasil dari pemeriksaan terhadap 8 warga asal Bangladesh, masih kata Widiarti, semuanya dinyatakan aman-aman saja. "Jadi, tadi itu sudah ada dokter ahli paru-paru, dari Dinkes, ya, itu diperiksa kesehatannya," katanya.

"Negatif," imbuhnya. Akan tetapi, sambung dia, sebelum tiba di Sumenep, warga Bangladesh tersebut jelas telah mampir di Jakarta dimana Ibukota Indonesia itu kini masuk dalam zona lock down (siaga).

Lock down maksudnya, situasi wilayah dimana orang tidak diizinkan masuk atau meninggalkan gedung atau area secara bebas karena sebuah keadaan darurat. Dalam hal ini, karena penyebaran virus corona.

Sebagai langkah antisipasinya, tutur Widi, selama 14 hari mereka tetap dalam pengawasan aparat kepolisian dan petugas kesehatan. "Makanya, selama 14 hari mereka tetap dalam pengawasan," tegasnya.

Widiarti kemudian mengungkapkan, daerah tujuan dakwah mereka adalah ke Masjid Darussalam yang berlokasi di Desa Laok Sanjang Kecamatan Kangean bagian barat, Kabupaten Sumenep. "Sudah, hanya itu saja," sebutnya.

Ditanyakan lebih lanjut, mengapa mereka memilih Kangean sebagai tujuan dakwah? Widiarti hanya mengungkapkan bahwa mereka adalah anggota Jamak Tabligh.

"Loh, mereka kan Jamak Tabligh. Jamak Tabligh dia. Ada pandampingnya di sana, Rifa'ie namanya," kata dia.

Sayangnya, sebelum memberikan keterangan lebih detail tentang siapa itu Rifa'ie, Kasubbag Humas Widiarti harus mengakhiri keterangan dan menutup sambungan selulernya. "Oke oke, ini saya masih lembur masalahnya. Oke, terima kasih," tandas mantan Kapolsek Kota Sumenep itu.

Penulis: Mazdon