Pasang

Diduga Suap Eks Penyidik, Wakil Ketua DPR RI Akhirnya Ditangkap KPK

  • Bagikan
Diduga Suap Eks Penyidik, Wakil Ketua DPR RI Akhirnya Ditangkap KPK
Foto: Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin (Sumber: dpr.go.id)

NASIONAL, SINERGI MADURAWakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di salah satu kediamannya di Jakarta Selatan, Jumat (24/9/2021) sore.

Azis ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pemberian suap kepada eks penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju, terkait penanganan perkara di Kabupaten Lampung Tengah.

Pasang

“Tim penyidik yang dipimpin oleh Direktur Penyidikan melakukan upaya paksa penangkapan terhadap AZ (Azis Syamsuddin) dengan langsung mendatangi rumah kediamannya yang berada di Jakarta Selatan,” ujar Ketua KPK Firli Bahuri dilansir Sinergi Madura dari Kompas.com, Sabtu (25/9/2021).

Firli mengatakan, Azis bersama dengan mantan Ketua PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Aliza Gunado disebut memberikan uang senilai Rp 4 miliar kepada mantan penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju.

Diduga uang pelicin itu terkait dengan pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Lampung Tengah tahun 2017. Kasus tersebut saat itu tengah diselidiki KPK, hingga menyeret nama Aziz yang saat ini menjabat Wakil Ketua DPR RI.

Uang Rp 4 miliar itu diberikan secara bertahap, yaitu sebanyak 100.000 dollar AS atau Rp 1,42 miliar, 17.600 dollar Singapura (Rp 185 juta), dan 140.500 dollar Singapura (Rp 1,48 miliar).

“Uang yang telah direalisasikan baru sejumlah Rp 3,1 miliar,” kata Ketua KPK.

Untuk kepentingan penyidikan, KPK menahan Azis selama 20 hari pertama, terhitung mulai 24 September 2021 sampai 13 Oktober 2021, di Rutan Polres Metro Jakarta Selatan.

Atas perbuatannya, Azis disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.


(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *