Pasang

Dihukum Gantung, Sakera Apes di Tangan Teman Seperguruannya

  • Bagikan
Foto: Sujiwotejo.com
Foto: Sujiwotejo.com

BUDAYA, SINERGI MADURA – Dikisahkan dalam postingan sebelumnya, Sakera berhasil ditangkap untuk yang kedua kalinya oleh polisi pemerintahan Belanda dan berhasil kabur dari dalam penjara.

Sakera ditangkap oleh Polisi Belanda karena mencoba menghalang-halangi upaya licik pimpinan tempat ia bekerja.

Pasang

Sakera menjadi mandor di perusahaan pabrik gula milik orang Belanda di Bangil. Pimpinan perusahaan dan anak buahnya menggunakan cara-cara licik untuk mendapatkan lahan milik warga.

Sakera geram, ia pun membunuh anak buah dan pimpinan perusahaan karena tindakannya yang tidak manusiawi kepada rakyat kecil. Karena itulah, Sakera pun ditangkap untuk yang pertama kalinya.

Sakera jadi buronan. Polisi pemerintahan Belanda terus berupaya mencari cara agar Sakera dapat kembali ditangkap.

Karena kekuatan dan kesaktiannya, Polisi Belanda juga menggunakan cara-cara licik untuk meringkus Sakera. Polisi mencari kelemahan Sakera dengan cara mendatangi teman seperguruannya yang bernama Aziz.

Baca Juga: Mengenal Sakera, Satria Sejati Berdarah Madura

Aziz terpengaruh dengan upaya polisi Belanda karena ia dijanjikan kekayaan yang berlimpah.

Aziz mulai melancarkan aksinya agar Sakera bisa dibekuk oleh Polisi. Aziz memanfaatkan kelemahan Sakera yang telah ia ketahui dari kesehariannya.

Menjadi teman seperguruannya, tentu Aziz banyak tahu tentang Sakera, termasuk kelemahannya.

Aziz mengadakan acara tayuban di Bangil karena dia tahu Sakera sangat suka tayub. Sakera pun diundang ke acara itu.

Sakera sama sekali tidak menyangka bahwa dirinya akan dijebak oleh temannya sendiri dan ia pun menghadiri undangan Aziz.

Baca Juga: Simak Sekilas tentang Asal-usul dan Karakter Orang Madura

Saat di acara tayub, Sakera sangat menikmati suasana dan larut dalam nuansa tayuban. Pada saat itu juga, Aziz mulai melumpuhkan ilmu kanuragan yang dimiliki Sakera.

Aziz memukul Sakera menggunakan bambu apus dimana hanya dengan alat inilah ia akan mampu melumpuhkan ilmunya.

Ya, diceritakan bahwa Sakera menjadi lemah bila dipukul menggunakan bambu apus!

Alat inilah yang kemudian dijadikan senjata oleh Aziz agar Sakera tidak melakukan perlawanan. Aziz menyadari tidak akan mampu melawan Sakera bila tidak menggunakan cara licik.

Kendati mereka berada dalam satu perguruan, Aziz tak sejago dan seberani Sakera.

Sakera berhasil dilumpuhkan dan Aziz pun memanggil Polisi Belanda agar segera meringkusnya. Sakera diadili. Sakera dihukum gantung.

Sakera gugur dan dimakamkan di daerah paling selatan Kota Bangil, tepat di Kampung Bekacak, Kelurahan Kulosari.
(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *