Pasang

Dinkes Sumenep Maksimalkan DBHCHT untuk Pengadaan Obat dan Alat Medis

  • Bagikan
Dinkes-Sumenep-Maksimalkan-DBHCHT-untuk-Pengadaan-Obat-dan-Alat-Medis
BERMASKER: Kepala Dinkes Sumenep, Agus Mulyono, saat memberikan keterangan (Febri - Sinergi Madura)

SUMENEP, SINERGI MADURA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengoptimalkan kucuran anggaran yang diterima dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2021, untuk pengadaan obat dan bahan medis.

Dana yang diterima dari Bea Cukai sekitar Rp.3,7 miliar lebih ini akan dimanfaatkan oleh dinas yang beralamat di Jalan Raya Dr Cipto Nomor 33 untuk ketersediaan obat dan alat medis di sejumlah Puskesmas baik daratan maupun kepulauan.

Pasang

“Untuk pengadaan obat pagu anggarannya itu Rp.2,04 miliar. Sementara untuk bahan medis habis pakai anggarannya sekitar Rp.1,7 miliar,” ungkap Kepala Dinkes Sumenep, Agus Mulyono, Rabu (6/10/2021).

Baca Juga: Begini Respon Petani Sumenep atas Terselenggaranya SLPTT

“Bahan-bahan tersebut untuk memenuhi kebutuhan di Puskesmas yang ada dimulai dari pengadaan obat, vitamin, spet suntik, dan lainnya,” imbuhnya.

Agus menambahkan, khusus untuk pengadaan obat di masing-masing Puskesmas seperti obat pengendalian penyakit, rawat inap dan rawat jalannya realisasinya sudah cukup tinggi.

“Untuk pengadaan obat, sudah terealisasi 85 persen, sementara untuk bahan medis habis pakai baru terserap 70 persen,” sebutnya.

Selain untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Dinkes Sumenep juga memanfaatkan sebagian besar anggaran DBHCHT untuk menanggung kepesertaan PBID JKN-BPJS sebanyak 57.120 orang.

“Iya itu lagi, kan sudah dibiayai oleh pemerintah. Kalau gak salah jumlahnya (penerima,red) sekitar 57 ribuan,” tandasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *