Disparbudpora Sumenep Pesimis Capai Target PAD Tahun Ini

Disparbudpora Sumenep Pesimis Capai Target PAD Tahun Ini
SEPI: Hanya ada beberapa wisatawan lokal yang bermain di sungai yang mengalir ke Pantai Badur, salah satu destinasi wisata di Sumenep (Mazdon - Sinergi Sumenep)

SUMENEP, SINERGI MADURA - Akibat wabah pandemi, semua destinasi wisata di Sumenep mengalami penurunan drastis. Bahkan dari tiga destinasi yang dikelola Pemerintah harus tutup.

Itu berlalu sejak bulan Maret lalu sampai hari ini. Artinya sejak Maret tidak ada pemasukan penghasilan asli daerah (PAD) sama sekali.

Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep pesimis akan capai target PAD tahun ini. Sedangkan Pemkab menargetkan Rp 500 juta PAD tahun 2020.

"Kemarin ada penyesuaian dari Pemkab sekitar Rp 300 juta, dan sekarang PAD dari Januari sampai Februari yang sudah masuk sekitar 30 persen," ujar Kabid Pariwisata, Imam Buchori, saat dikonfirmasi lewat telepon, Minggu (18/10/2020).

Baca Juga: Pantai e-Kasoghi Diserbu Ratusan Pengunjung, Tiap Malam Ada yang Camping

Pihaknya belum memastikan kapan instansinya akan membuka kembali destinasi wisata di Sumenep. Berhubung kabupaten ujung timur pulau Madura ini masih berada di zona merah, Gugus Tugas Covid-19 melarang semua destinasi wisata di Bumi Sumekar beroperasi jika belum zona hijau.

"Kemarin pemerintah sudah melayangkan surat edaran (SE) untuk menutup tempat wisata di Sumenep, hal itu dilakukan untuk menekan lonjakan penularan wabah korona," katanya.

Meskipun demikian, pihaknya tidak dapat menindak pengelola destinasi wisata yang memaksa beroperasi. Dia mengklaim sudah lain manajemen, sebab sampai detik ini Pemkab Sumenep hanya mengelola tiga tempat wisata, yakni Museum Keraton, Pantai Slopeng dan Lombang.

(*)