Dispendukcapil Sampang Akan Lakukan Pengadaan Alat Cetak E-KTP Baru

Dispendukcapil Sampang Akan Lakukan Pengadaan Alat Cetak E-KTP Baru
Plt Kepala Dispendukcapil Sampang, Edi Subianto saat ditemui di ruang kerjanya (Foto: Zainullah - Sinergi Madura)

SAMPANG, SINERGI MADURA - Pemerintah Kabupaten Sampang melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) berencana untuk pengadaan alat cetak Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik tahun 2021. 

Hal itu dilakukan, untuk memaksimalkan proses pendataan warga di kabupaten berjuluk Kota Bahari dalam mengurus administrasi kependudukan. Sebab, usia alat cetak sebelumnya sudah termakan usia selama kurang lebih 10 tahun.

Menurut Plt Kepala Dispendukcapil Kabupaten Sampang, Edi Subianto, alat cetak e-KTP sebelumnya sudah beberapa kali diperbaiki.

"Kami ingin membeli alat cetak e-KTP yang baru walaupun jumlahnya tidak banyak, karena memang alat cetaknya mahal," katanya, Jum'at (18/9/2020)

"Dan alat cetak kita ini usianya memang sudah terbilang cukup lumayan, mulai dari 2011 sampai 2020 sehingga perlu adanya peremajaan, agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu dengan kondisi alat cetak yang usianya 10 tahunan itu, sehingga 2021 kami akan merencanakan pengadaan alat cetak baru," imbuhnya.

Baca Juga: 3 Hari Hilang, Nelayan Asal Lobuk Ditemukan Meninggal di Perairan Jumiang

Ia menambahkan, bagi masyarakat yang ingin melakukan perekaman e-KTP sudah bisa dilakukan di kantor kecamatan masing-masing.

"Untuk alat perekaman e-KTP sudah ada di 14 kecamatan dan sudah bisa melakukan perekaman, tapi untuk percetakannya masih tetap di Dispendukcapil," terangnya.

Menurutnya, saat ini, Dispendukcapil Sampang akan memberikan pelayanan terbaik serta memfasilitasi bagi masyarakat yang belum mempunyai e-KTP.

"Kami akan mendatangi rumah masyarakat yang tidak bisa datang ke pelayanan untuk melakukan perekaman e-KTP, baik itu Lansia atau orang gila yang memiliki dokumen kependudukan," tegas Edi.

Untuk itu, apabila masyarakat belum mempunyai dokumen kependudukan, ia meminta agar melapor kepada aparat desa setempat. 

"Tetap akan kami layani, dengan syarat minta surat keterangan dulu kepada kepala desanya, setelah itu kami buatkan KK dan NIK kemudian dilakukan perekaman e-KTP," tandasnya. (zen/an/fd)


(*)