Dugaan Kasus Korupsi Pengembangan Lahan Pegaraman IV Gersik Putih Berlanjut

Dugaan Kasus Korupsi Pengembangan Lahan Pegaraman IV Gersik Putih Berlanjut

SUMENEP, SINERGI MADURA - Dugaan kasus tindak pidana korupsi Pengembangan Lahan Pegaraman IV Gersik Putih yang menyeret nama mantan Direktur PT Garam (Persero), Budi Sasongko, hingga kini terus berlanjut, Kamis (8/4/2021).

Terbaru, menurut informasi yang dihimpun media ini, pihak kepolisian akan menggelar pemanggilan kembali terhadap Budi Sasongko dan salah satu PT yang diduga juga terlibat dalam kasus rasuah itu.

Pemanggilan ini diketahui merupakan kelanjutan dari permintaan klarifikasi pihak PT Garam Persero atas surat bernomor B/97/RES.3.2/II/2021/Satreskrim tertanggal 18 Februari 2021 lalu.

Dalam surat itu tetulis, sehubungan dengan kepentingan penyelidikan, Korp Bhayangkara meminta dua hal kepada perusahaan pelat merah milik negara itu.

Pertama, meminta foto kopi yang dilegalisir oleh Direktur PT. Garam (Persero) Kalianget tentang proses pengerjaan pengembangan lahan Pegaraman IV Gersik Putih.

Kedua, mengundang Budi Sasongko selaku eks Direktur Utama PT Garam (Persero) Kalianget ketika proses proyek tersebut dilaksanakan untuk diklarifikasi dan diambil keterangan.

Baca Juga: Petani Garam di Sumenep Bingung, Garam 80 Ribu Ton Menumpuk

"Langsung ke Humas saja ya Mas," ungkap Kasatreskrim Polres Sumenep, AKP Fared Yusuf, saat dikonfirmasi media.

Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti Sutioningtyas mengaku belum tahu pasti soal kabar pemanggilan eks Dirut PT Garam Persero.

"Saya belum ngecek lagi perkembangannya, hanya saja yang saya tahu sudah ada pemanggilan klarifikasi," terangnya, saat dikonfirmai.

Terpisah, Humas PT Garam (Persero) Kalianget, Miftahol Arifin mengaku, belum tahu terkait adanya pemanggilan kembali mantan Direktur PT Garam (Persero) itu.

"Saya belum tahu ya, nanti saya infokan lagi kalau ada informasi lanjutan, karena saya belum dengar itu," katanya.

Untuk diketahui, pada tahun 2019, PT Garam (Persero) Kalianget melaksanakan kegiatan proyek Pengembangan Lahan Pegaraman IV Gersik Putih dengan anggaran sebesar Rp.16.295.000.000.

Masa pekerjaan proyek ini adalah 180 hari kalender sampai tanggal 6 Desember 2019. Namun, hingga batas waktu berakhir, pekerjaan ini tak kunjung selesai hingga diberikan batas waktu perpanjangan atau adindum.

Dugaan kasus tindak pidana korupsi Pengadaan Lahan Pegaraman IV Gersik Putih ini terus menggelinding di meja hukum kepoIisian. Mencuatnya kasus itu, setelah dilaporkan ke Korp Bhayangkara Sumekar oleh Lembaga Independen Pengawas Korupsi (LIPK) pada bulan Oktober 2020 lalu.

Ketua DPC LIPK Sumenep, Syaifiddin mengungkapkan, bahwa akan ada pemanggilan kembali kepada PT Garam (Persero) dalam hal itu mantan Direktur, Budi Sasongko.

"Informasi yang saya dapatkan, besok itu ada pemanggilan kembali kepada Dirut PT Garam yang lama," ungkap pria yang akrab disapa Syai ini.

Namun, dirinya belum bisa menjelaskan secara pasti apakah kebenaran pemanggilan Budi Sasongko akan berlangsung besok, Kamis (8/4/2021). Pihaknya dengan tegas menekan agar kepolisian bergerak cepat dalam menyelesaikan.

"Jadi, saya minta Polres Sumenep untuk bisa menyelesaikan kasus ini dengan benar. Kalau bisa jemput paksa jika tidak hadir atau tidak memenuhi pemanggilan selama tiga kali berturut-turut," harapnya.(an/fd)


(*)