Galakkan Padat Karya, Bandara Trunojoyo Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional

Galakkan Padat Karya, Bandara Trunojoyo Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional
RESMI DIBUKA: Kepala Kantor UPBU Kelas III Trunojoyo Sumenep, Moh Arqodri Arman, saat memberikan sambutan (Mazdon - Sinergi Sumenep)

SUMENEP, SINERGI MADURA - Setahun lebih melanda, pandemi COVID-19 telah melumpuhkan ketahanan nasional di belahan dunia, terutama di sektor perekonomian dan pendidikan, tak terkecuali Indonesia dan Kabupaten Sumenep pada khususnya.

Pemerintah kini tengah mengerahkan segala upaya dan pemikiran demi memulihkan kondisi perekonomian, salah satunya dengan menggalakkan program padat karya kepada sebagian besar instansi kepemerintahan, baik di lingkungan badan usaha milik negara (BUMN) maupun badan usaha milik daerah (BUMD).

Program padat karya atau kegiatan pembangunan yang lebih banyak memanfaatkan tenaga manusia dibanding tenaga mesin dinilai efektif untuk mengantarkan masyarakat pada kemakmuran semula.

Dalam rangka itu, Bandara Udara Kelas III Trunojoyo, Sumenep menggelar acara peresmian Program Padat Karya 2021 dengan mengusung tema 'Peran serta Dirjen Perhubungan Udara dalam rangka Peningkatan Perekonomian Masyarakat melalui Kegiatan Pendukung Program Padat Karya'.

Kepala Kantor UPBU Kelas III Trunojoyo Sumenep, Moh Arqodri Arman, mengutarakan, walaupun tahun ini Bandara Trunojoyo tidak mendapatkan anggaran khusus program padat karya, namun pihaknya tetap semangat dan menganggarkan program padat karya berupa 4 paket kegiatan pemeliharaan aset.

Baca Juga: Dugaan Kasus Korupsi Pengembangan Lahan Pegaraman IV Gersik Putih Berlanjut

"Anggaran pemeliharaan aset tersebut bersumber dari HIPPA kantor UPBU Trunojoyo tahun anggaran 2021 dengan total pagu sebesar Rp 169.500.000," jelas Qodri, Kamis (8/4/2021).

Ia menyampaikan, secara bertahap, pelaksanaan 4 paket program padat karya yang akan berlangsung selama 23 hari ke depan ini menargetkan tenaga kerja dari masyarakat sebanyak 150 orang.

"Upaya kita untuk tetap menjalankan instruksi pemerintah, menciptakan lapangan kerja di desa, meningkatkan keterampilan masyarakat lokal, juga untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat," tuturnya.

Pada tahun 2020 lalu, Kantor UPBU Kelas III Trunojoyo mendapatkan alokasi anggaran khusus program padat karya sebanyak 14 paket pemeliharaan aset yang dibagi dua, yakni untuk Bandara Trunojoyo Sumenep dan Bandara Harun Tohir, Bawean, Kabupaten Gresik.

"Itu sudah kami laksanakan dengan masa pelaksanaan selama 200 hari secara bertahap, dengan memperkerjakan sebanyak 374 tenaga kerja dan total upah yang telah dibayarkan sebesar Rp 626.464.000," terangnya.

"Jadi kami berharap Bandara Trunojoyo kembali mendapatkan alokasi anggaran khusus program padat karya," imbuhnya menutup keterangan.


PERWAKILAN: Endang Puji Lestari, SH., M.H. saat membacakan sambutan dari Kepala Direktorat Jenderal Perhubungan Udara RI (Mazdon - Sinergi Sumenep)

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara RI, Endang Puji Lestari, menyampaikan, pada tahun 2021 ini, Dirjen Hubdar RI tengah menargetkan pelaksanaan program pendukung padat karya untuk 29 provinsi di Indonesia.

"Mencakup 123 desa dan kabupaten dengan alokasi anggaran sebesar Rp 22,6 miliar yang diharapkan dapat menyerap 6.508 orang tenaga kerja di Indonesia," sebutnya.

Latar belakang instruksi pelaksanaan program padat karya ini adalah, selain untuk mengatasi dampak pandemi, juga karena masih tingginya angka stunting di Indonesia.

"Sejak kasus pertama COVID-19 pada bulan Maret tahun 2020 dan makin merebaknya di Indonesia, telah menyebabkan menurunnya berbagai sektor ekonomi nasional," tuturnya.

Selain itu, sambung dia, karena seiring waktu pekerja yang dirumahkan (PHK) terus kian bertambah, "juga hilangnya mata pencaharian serta berkurangnya daya beli masyarakat, hingga lebih lanjut dilaksanakanlah program padat karya ini," imbuhnya.

Sebab itu, program padat karya ini diharapkan dapat menekan angka kasus gizi buruk dan mengurangi beban pekerja yang terdampak COVID-19.

Lanjut Endang, kegiatan padat karya yang dianjurkan oleh Kepala Direktorat Jenderal Perhubungan Udara RI adalah pekerjaan yang tidak membutuhkan keterampilan khusus.

"Seperti pemotongan rumput setrip, pembersihan saluran, pengecatan dan pembersihan terminal, kantor dan gedung operasional," sebutnya

Kemudian pengecatan marka runway, perbaikan jalan lingkungan, perawatan pagar bandara dan pembuatan saluran drainase bandar udara, "dan kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan kegiatan pemeliharaan di lingkungan bandara," tambahnya. (md/fd)


(*)