Gubernur Jatim Angkat Sekda Bondowoso Baru Asal Sumenep

Gubernur Jatim Angkat Sekda Bondowoso Baru Asal Sumenep
Pengambilan sumpah jabatan Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Soekaryo (Foto: Detiknews)

JATIM, SINERGI MADURA - Bupati Bondowoso, Jawa Timur, Salwa Arifin mengambil sumpah jabatan penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) yang baru, Jum'at (11/9/2020).

Pengangkatan itu untuk mengisi kekosongan setelah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso yang lama, Syaifullah, dicopot sementara karena diduga melakukan pelanggaran tentang Disiplin ASN, Kamis (27/8) bulan lalu, sebagaimana diatur dalam PP No 53 Tahun 2010. Khususnya pasal 3 point 4, pasal 6, serta pasal 9.

Dilansir Detiknews, berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur No 821.2/3716/94/2020 tertanggal 7 September 2020, Gubernur Khofifah mengangkat Soekaryo sebagai Penjabat Sekda Bondowoso yang baru Asal Sumnep.

Diketahui, Sukaryo pria kelahiran Sumenep, Madura ini sebelumnya bertugas di beberapa pos di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim, salah satunya pernah menjabat sebagai Kepala Biro Administrasi Pembangunan Pemprov Jatim. Sedangkan masa kerja Penjabat Sekda berlangsung hingga 3 bulan.

"Semoga, penjabat Sekda yang baru ini dapat bersinergi membangun Bondowoso," kata Salwa Arifin kepada wartawan usai acara pelantikan di pendapa kabupaten, Jumat (11/9/2020).

Bupati Salwa berharap, Sekda baru asal Sumenep ini dapat memberikan trobosan baru dalam membangun Bondowoso ke arah lebih yang baik.

"Meski hanya sementara, tapi mudah-mudahan dapat bersama dalam menggerakkan roda pembangunan di Bondowoso," ucapnya.

Lanjut, Salwa berpesan kepada Soekaryo tentang tugas yang perlu diselesaikan selama 3 bupan ke depan ia menjabat. "Pembahasan RKUPPAS harus selesaikan. Beliau (Soekarya) telah memahami itu," ujarnya.

Sementara Sekda non aktif Saifullah, sambung Salwa, saat ini masih dalam proses pemeriksaan di Inspektorat Jatim.

Baca Juga: Penerapan Kembali PSSB Jakarta, Ketua Banggar DPR RI: Dramatis, Saham Rp 300 Triliun Ludes

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa akhirnya mengeluarkan SK pemberhentian sementara untuk Syaifullah dari jabatannya sebagai Sekda Bondowoso, pada Bulan Agustus lalu, sebagaimana dilansir Surya.com, Jumat (11/9/2020).

Syaifullah diduga telah melakukan pelanggaran etik berat sebagai Aparat Sipil Negara (ASN). Yakni, melakukan ancaman kekerasan terhadap Alun Taufana, yang saat itu menjabat Kepala BKD Bondowoso.

Kasus dugaan ancaman kekerasan ini lantas dibawa ke ranah hukum. Syaifullah saat ini tengah menjalani persidangan di pengadilan setempat sebagai tersangka. Sementara Inspektorat Provinsi Jatim juga telah melakukan pemeriksaan dan sidang kode etik terhadap Syaifullah. (em/md/fd)

(*)