Guluk-Guluk, Jajanan Tradisional Unik dan Nyentrik Khas Montorna

Guluk-Guluk, Jajanan Tradisional Unik dan Nyentrik Khas Montorna
UNIK: Makanan tradisional khas Desa Montorna Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, Madura (Ubay Shabaro - Sinergi Madura)

KULINER, SINERGI MADURA - Guluk-Guluk. Sepintas pikiran kita akan mengatakan bahwa itu adalah nama salah satu kecamatan di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Tapi tahukah kamu, bahwa maksud penulis menyebut nama 'Guluk-Guluk' di atas bukanlah itu, melainkan nama jajanan tradisional khas pedalaman Sumenep yang terbuat dari adonan singkong dan gula aren.

Jajanan unik dan nyentrik ini hanya ada di Desa Montorna Kecamatan Pasongsongan. Kecamatan Guluk-Guluk sendiri berbatasan (selatan dan utara) dengan Kecamatan Pasongsongan.

Rasanya yang khas dan cukup bersahabat bagi lidah warga desa pedalaman dengan tekstur legit gula aren membuat jajanan ini terus lestari dan cukup digandrungi oleh masyarakat sejak tahun 90-an hingga saat ini.

Maskiyah, 51 tahun, adalah pedagang Guluk-Guluk. Perempuan dua anak tersebut mengaku sudah lama menekuni usaha jajanan unik dan nyentrik ini. Dia bercerita, sejak pertama kali menikah, dia sudah mulai menggeluti dunia dagang untuk membantu perekonomian keluarganya.

Baca Juga: Mengenal Nasi Goreng Cumi Tante Joy, Lezat dan Bersahabat

Berkat keyakinan dan keistikamahannya menekuni kuliner ringan khas yang satu ini, penghasilan Maskiyah dalam sehari tidak pernah 'mati' dari Rp100 ribu hingga Rp500 ribu. "Sudah lama, Alhamdulillah setiap keliling selalu habis," ujarnya kepada media ini, Minggu (27/12/2020).

Dia mengungkapkan dirinya biasa menjajakan dagangannya ini setiap Minggu sekali. Masyarakat di desa setempat membeli jajanan tersebut minimal Rp5 ribu. "Kadang ada yang sampai lima puluh ribu bahkan lebih dari itu, tergantung keinginan si pembeli," katanya.

Satu jajanan ini hanya dibandrol seharga 'gopek' atau Rp5 ratus. Harga tersebut memang sangat terjangkau, terutama bagi kalangan masyarakat desa khususnya petani. Tapi harga yang tidak menguras isi kantong itulah barangkali yang membuat jajanan Guluk-Guluk tetap lestari hingga saat ini.

Cara membuat cemilan yang satu ini terbilang cukup mudah. Bagi kalian yang ingin coba membuatnya tinggal menyiapkan parutan singkong sebagai bahan baku dan sedikit tepung tapioka untuk membuat kalis adonan. Kemudian juga siapkan gula aren secukupnya.

Selanjutnya, campurkan bahan baku dengan tepung tapioka, aduk merata, tambahkan air secukupnya, kemudian aduk kembali hingga adonan terlihat kalis. Lalu bentuklah kalis adonan tersebut sebesar bola ping-pong dengan mengisikan gula aren di dalamnya. Lalu goreng hingga kecoklatan. Setelah itu angkat dan tiriskan.  Guluk-Guluk sudah siap untuk disantap. (us/md/fd)


(*)

Baca Berita Kuliner Lainnya:
Nasi Serpang, Kuliner Kaya Lauk Khas Bangkalan
Mengenal Jajanan Sewel Khas Bangkalan: Enak, Renyah dan Krispy
Pokak: Minuman Tradisional Pelepas Dahaga, Pencegah Corona