Pasang

Gunung Geger, Cikal-bakal Lahirnya Tanah Madura

  • Bagikan
Gunung Geger di Bangkalan Madura (Foto: Sc. YouTube Agus Gibran)
Gunung Geger di Bangkalan Madura (Foto: Sc. YouTube Agus Gibran)

BUDAYA, SINERGI MADURA – Sejarah lahirnya Tanah Madura disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan kejadian atau peristiwa yang terjadi di Tanah Jawa.

Dikisahkan pada suatu masa berdiri sebuah kerajaan di Tanah Jawa bernama Medang Kamulan. Di negeri itu terdapat sebuah kota yang di dalamnya terdapat sebuah keraton bernama Keraton Giling Wesi.

Pasang

Raja dari Keraton Giling Wesi itu bernama Sang Hyang Tunggal. Keraton Medang Kamulan ini lokasinya terletak di sekitar muara Sungai Brantas.

Raja Sang Hyang Tunggal memiliki seorang anak gadis yang diberi nama Puteri Bendoro Gung. Suatu ketika putri raja itu mengandung seorang anak tanpa seorang bapak.

Sang raja murka dan menanyakan siapa ayah dari janin yang dikandung oleh putrinya itu. Puteri Bendoro Gung tidak bisa menjawab pertanyaan sang ayah.

Pada suatu malam, putri raja ini bermimpi sebuah rembulan yang masuk ke dalam tubuhnya. Tak lama kemudian, ia pun hamil.

Baca Juga: 5 Wisata Religi di Madura yang Wajib Anda Kunjungi

Sang raja terus memaksa putrinya untuk memberi tahu siapa yang sudah lancang menghamilinya. Puteri Bendoro Gung pun tetap tidak bisa menjelaskan.

Akhirnya kemarahan Sang Raja kian memuncak dan memerintahkan seorang Patih Keraton bernama Pranggulang untuk membawa putrinya ke sebuah hutan agar dihabisi.

Patih Pranggulang tidak boleh kembali ke keraton apabila tidak bisa membawa pulang kepala Puteri Bendoro Gung. Jika perintah itu tidak bisa dipenuhi oleh Patih, maka jabatannya dicabut.

Saat sampai di hutan, Patih tersebut menghunuskan pedang untuk memenggal kepala putri sang raja. Seketika itu juga ada kejadian aneh. Berkali-kali pedang itu jatuh dari tangan Patih ketika mulai mendekat ke leher Puteri Bendoro Gung.

Sang Patih akhirnya menyerah tidak jadi memenggal kepala putri raja. Lalu, Patih berkeyakinan bahwa janin yang ada di dalam perut sang putri raja itu disebabkan oleh hal yang luar biasa. Bukan karena murni kesalahan putri.

Sang Patih akhirnya mengalah dan tak kembali ke keraton serta merelakan jabatannya dicopot oleh sang raja.

Kemudian sang Patih yang sudah mengubah namanya menjadi Kiai Poleng lalu mencari kayu di hutan dan merakitnya menjadi sebuah Ghitek (Jawa=getek).

Kiai Poleng meminta sang putri raja agar menaiki Ghitek tersebut di tepi pantai lalu ditendang oleh Kiai Poleng menuju Madu Oro’. Sebagian pendapat mengatakan hal itulah yang kemudian menjadi asal usul nama Madura.

Menurut cerita, ghitek dan Puteri Bendoro Gung akhirnya terdampar di salah satu tempat yang saat ini dikenal dan diberi nama Gunung Geger. Lokasinya berada di Kabupaten Bangkalan, Madura.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *