Pasang

Hadiri Rapat Paripurna, Bupati Pamekasan Madura Sampaikan Empat Prioritas Raperda Tahun 2022

  • Bagikan
Hadiri-Rapat-Paripurna,-Bupati-Pamekasan-Madura-Sampaikan-Empat-Prioritas-Raperda-Tahun-2022
BERDIRI: Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, saat sambutan dalam acara Rapat Paripurna DPRD (Dok. Sinergi Madura)

PAMEKASAN, SINERGI MADURA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur menggelar Rapat Paripurna dengan Agenda Nota Penjelasan Bupati mengenai Raperda tentang APBD kabupaten tahun 2022, Selasa (12/10/2021).

Dalam agenda tersebut, Bupati Baddrut Tamam menjelaskan, bahwa Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2022 merupakan rencana keuangan tahunan pemerintah daerah yang menggambarkan kebijakan di bidang penerimaan belanja dan pembiayaan keuangan.

Pasang

Serta sebagai instrumen kebijakan dan distribusi anggaran dalam rangka menjaga konsistensi program pemerintah daerah yang tertuang dalam RPJMD tahun 2018-2023.

“Penyusunan Raperda tentang APBD tahun 2022 berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 27 tahun 2021 tentang pedoman menyusun APBD tahun 2022 tetap mengacu pada program rencana kerja pemerintah tahun 2022 dengan mengusung tema pemulihan ekonomi dan reformasi struktural serta RKPD Provinsi Jawa Timur tahun 2022,” ungkapnya.

Baca Juga: Kanim Kelas III Pamekasan Madura Kunjungi Sekretariat IWO

Berdasarkan tema tersebut, dirinya mengatakan, kalau pokok-pokok kebijakan fiskal yang menjadi prioritas pemerintah, pertama pemantapan pemulihan ekonomi dengan tetap memperhatikan penanganan sektor kesehatan sebagai kunci pemulihan ekonomi.

Kedua, program perlindungan sosial yang memperkuat pondasi kesejahteraan sosial, mengentaskan kemiskinan, dan ketentraman, termasuk memperkuat daya ungkit UMKM dalam dunia usaha agar mampu bangkit kembali, berdaya tahan serta lebih kuat lagi kedepannya.

“Ketiga, mendukung peningkatan daya saing dan produktifitas dengan implementasi reformasi struktural dan reformasi fiskal. Keempat, optimalisasi pendapatan dan penguatan belanja yang lebih baik serta inovasi pembiayaan,” beber Mas Tamam, sapaan akrabnya.

Lebih lanjut, Bupati muda ini mendeskripsikan, bahwa APBD merupakan instrumen kebijakan fiskal yang utama bagi pemerintah daerah yang membuat skala prioritas pembangunan dan target yang akan dicapai melalui pelaksanaan belanja daerah sesuai dengan sumber daya yang tersedia.

“Baik yang didapat dari skema transfer maupun yang bersumber dari pajak daerah dan distribusi daerah,” tutup mantan DPRD Jawa Timur tersebut.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *