Ibu Bocah Korban Pembunuhan di Sumenep Bantah Ada Hubungan Asmara dengan Suami Pelaku

Ibu Bocah Korban Pembunuhan di Sumenep Bantah Ada Hubungan Asmara dengan Suami Pelaku
BERUSAHA TEGAR: Hamidah, ibu kandung bocah empat tahun yang meninggal akibat dibunuh saat ditemui di kediamannya (Hayat - Sinergi Sumenep)

SUMENEP, SINERGI MADURA - Ibu kandung Selfie Nur Indah Sari, korban pembunuhan asal Desa Tambaagung Ares, Kecamatan Ambunten, Sumenep, Jawa Timur, membantah bahwa dirinya memiliki hubungan asmara dengan suami tersangka.

Kepada polisi, tersangka pembunuhan bocah empat tahun inisial SL yang tak lain adalah kerabat korban sendiri ini mengaku nekat menghabisi nyawa korban lantaran dipicu rasa dendam kepada ibu korban yang dinilai selingkuh dengan suami SL.

Ibu kandung korban, Hamidah, mengatakan, tuduhan tersangka terhadap dirinya hanya untuk menutupi perbuatannya sendiri yang telah tega mengakhiri nyawa bocah yatim tak berdosa dengan cara sadis.

"Kalau saya dituduh selingkuh dengan suami pelaku itu sangat tidak benar," ucap Hamidah dengan rasa kecewa, Sabtu (1/5/2021).

Baca Juga: Alasan Cemburu Buta, Tersangka Pembunuh Bocah di Ambunten Kini Mendekap di Mapolres Sumenep

Hamidah menambahkan, dirinya dengan suami pelaku setiap hari jarang bertegur sapa meski memiliki hubungan kekerabatan dan rumahnya berdekatan.

"Saya dengan suami pelaku jarang bicara dan orangnya memang pendiam apalagi mau selingkuh," jelasnya.

Selain telah membunuh putrinya, tuduhan tersangka terhadap dirinya tersebut kini membuat ibu muda itu semakin terpukul dan sakit hati.

"Anak saya sudah dibunuh dan saya masih difitnah seperti ini," kesalnya.

Hamidah merasa tidak terima atas tuduhan tersangka kepada dirinya yang dijadikan sebagai motif melakukan pembunuhan terhadap putri keduanya itu.

Bahkan, ia berencana akan melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian lantaran tersangka SL juga telah melakukan pencemaran nama baik terhadap dirinya.

"Saya tidak terima saya mau melapor ke polisi ini pencemaran nama baik," tandasnya. (yt/an/fd)


(*)