Pasang

Ini Pesan Sekda Pamekasan Saat Acara Bimtek Bea Cukai Madura

  • Bagikan
BERMASKER: Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pamekasan, Totok Hartono, saat menghadiri acara Bea Cukai Madura (Dok. Sinergi Madura)

PAMEKASAN, SINERGI MADURA – Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) menjadi garis koordinasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur dengan Bea Cukai Madura.

Hal ini demi menekan angka peredaran rokok ilegal yang dapat berpengaruh terhadap kesejahteraan masayarakat di kabupaten berjuluk Bumi Gerbang Salam. Salah satu yang tampak dalam kemitraan ini adalah edukasi mendalam kepada masyarakat tentang bahaya rokok ilegal seperti yang terlihat dalam acara ‘Bimbingan Teknis Kegiatan Operasi Pemberantasan Barang Kena Cukai Ilegal’ yang terselenggara di Hotel Cahaya Berlian Pamekasan, Sabtu (28/8) lalu.

Pasang

Hadir dalam acara tersebut, Sekdakab Pamekasan, Totok Hartono, perrwakilan OPD, Bea Cukai Madura dan sejumlah pejabat lain di internal Pemkab Pamekasan.

Dalam sambutannya, Sekdakab Pamekasan, Totok Hartono menyampaikan bahwa cukai rokok sangat berpengaruh penting untuk kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, edukasi dan pendampingan dengan cara kemitraan antar dua instansi dipandang sangat tepat untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam memberantas keberadaan rokok ilegal.

Perlu diketahui bersama bahwa Pemberantasan Barang Kena Cukai (BKC) ilegal ada di bawah koordinasi Bea dan Cukai Madura dengan tujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait BKC ilegal lewat program DBHCHT.

“Oleh karena itu mari kita bersinergi, bekerja sama dan bergotong royong,” ajaknya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *