Pasang

Inilah Hari Baik Menurut Keyakinan Orang Madura

  • Bagikan
Inilah Hari Baik Menurut Keyakinan Orang Madura
Ilustrasi hari baik dalam kalender (Foto: Istimewa)

BUDAYA, SINERGI MADURA – Masyarakat Madura memiliki banyak ragam budaya dan tradisi yang notabene masih tetap terjaga dan dilestarikan sampai saat ini meski di tengah himpitan perkembangan era modern.

Masyarakat Madura tidak hanya dikenal dengan karakternya yang tegas, bahasa yang halus, santun, dan perawakannya yang khas. Masyarakat Madura juga memiliki ragam kepercayaan yang diyakini sebagai juru selamat.

Pasang

Dilansir dari berbagai sumber, salah satu kepercayaan Masyarakat Madura yang masih melekat di benak mereka ialah kepercayaan tentang hari baik. Umumnya, bagi Masyarakat Madura akan mencari hari baik ketika akan melakukan perkara yang cukup penting.

Masyarakat Madura yang notabene seorang muslim, biasanya mereka akan menanyakan perihal hari baik kepada tokoh agama setempat.

Tokoh agama kemudian ketika mencari dan menentukan hari baik umumnya menggunakan primbon jawa. Perhitungan yang digunakannya pun cukup beragam mulai dari hitungan hari, jam, pasaran atau wuku, dan perhitungan tanggalnya.

Masyarakat Madura akan mencari hari baik apabila memiliki hajat seperti akan menggelar pesta pernikahan, membangun rumah, dapur, kandang, toko atau warung bahkan saat akan mau melamar sang kekasih.

Tidak hanya itu, saat ketika ingin meresmikan suatu usaha pun tak luput dari cara demikian karena diyakini usaha atau dagangan mereka nanti akan berhasil dan cepat laris.

Baca Juga: Petik Laut dan Cerita Rakyat Madura

Selain unsur-unsur perhitungan primbon di atas, apabila mau menikah biasanya tokoh agama ini juga menggunakan nama dan tanggal lahir dari keduanya lalu digandengkan apakah cocok atau tidak.

Sebenarnya, dalam ajaran Islam semua hari itu baik dan tidak mengenal ajaran mencari hari baik. Meski begitu, dalam sebuah kitab klasik Islam memang terdapat ketentuan umum tentang hari baik untuk aktivitas tertentu.

Seperti halnya bagi pasangan suami istri yang menjalani program kehamilan, maka hari baik yang tepat untuk melakukan hubungan suami istri adalah hari Senin, Kamis dan Jum’at. Begitu juga ketika mengawali mencari ilmu, hari yang diyakini sebagai hari baik ialah Hari Rabu atau Ahad.

Soal terjadi pro kontra di tengah masyarakat tentang hari baik, itu merupakan hal lumrah. Namun yang jelas hari baik bagi Masyarakat Madura sukar untuk ditinggalkan dan belum sepenuhnya lepas pikiran mereka.

Kalaupun Anda sudah tidak percaya lagi dengan hari baik, terkadang keluarga atau orang-orang terdekat Anda tetap meminta untuk mencari hari baik ketika Anda memiliki hajat tertentu.

Soal kepercayaan Masyarakat Madura tentang hari baik tidak perlu diperdebatkan. Biarkan hal demikian menjadi kearifan lokal yang sudah menjadi tradisi turun-temurun dari para leluhur.

(*)

  • Bagikan

Respon (1)

  1. Yang menarik untuk dibahas juga tentang Klenik Politik menjelang Pemilu atau pemilihan kepala desa di Madura, min.. Mereka yg mencalonkan diri tidak jarang pergi ke dukun atau kiai untuk minta syarat2 tertentu agar terpilih. Syarat yg diajukan kiai atau dukun itu pun kadang aneh-aneh dan masuk akal.

    Ada yang suruh beli pisang 7 tondun untuk dibagikan ke tamu tiap malem, berikut aturan atau cara menyuguhkannya. Ada juga yg nyuruh agar sedekah ke 100 anak yatim, ambil tanah di pekuburan dlsb. Pokoknya ini wah asyik kayaknya klo dirangkum dari beberapa pebgalaman narasumber yang terlibat langsung pernah mencalonkan diri dan melakukan cara ini: klenik politik pemilu di Madura.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *